BOLA, RADARSUMBAR.COM — Semen Padang FC (SPFC) harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Madura United pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/26 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4/2026) sore WIB.
Hasil ini membuat posisi Kabau Sirah semakin terjepit di papan bawah klasemen. Selain itu, peluang untuk terdegradasi ke Liga 2 juga semakin besar.
Bermain di hadapan pendukung sendiri dengan jersey merah, Semen Padang FC langsung tampil agresif sejak awal. Peluang pertama hadir lewat tendangan bebas Kianz Froesse di lima menit awal, namun belum membahayakan gawang Madura United yang dijaga Dicky Indriyana.
Serangan demi serangan terus dibangun, termasuk kerja sama Ravy Tsouka dan Froesse di menit ke-6 yang masih mampu dipatahkan lini belakang tim tamu.
Pada menit ke-9, peluang emas kembali terbuang setelah Froesse terlambat mengirim umpan kepada Firman Juliansyah yang berdiri bebas.
Petaka datang di menit ke-14. Madura United sukses membuka keunggulan melalui sundulan Brandao yang memanfaatkan umpan silang Sandro dari sisi kiri. Skor berubah menjadi 0-1.
Tertinggal satu gol, Semen Padang FC mencoba bangkit, namun hingga menit ke-22 belum mampu menembus pertahanan rapat Laskar Sape Kerrab. Tim tamu sempat mengancam kembali melalui sepak pojok di menit ke-24, tetapi belum berbuah gol.
Semen Padang FC sempat menyamakan kedudukan di menit ke-30 lewat Guillermo Fernandes setelah menerima umpan matang dari Ravy Tsouka. Namun, wasit menganulir gol tersebut usai meninjau VAR.
Peluang emas kembali didapat tuan rumah di menit ke-38, tetapi gagal dimaksimalkan. Menjelang akhir babak pertama, Madura United hampir menambah keunggulan melalui Brandao, namun sepakannya melambung. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Semen Padang FC melakukan dua pergantian pemain. Arthur Augusto digantikan Rendy Oscario di bawah mistar, sementara Jaime Giraldo ditarik keluar dan digantikan Ricky Ariansyah.
Namun, justru Madura United yang langsung mengancam di menit ke-48. Beruntung, Rendy Oscario mampu melakukan penyelamatan penting.
Hingga menit ke-55, Semen Padang FC masih kesulitan mengembangkan permainan. Tim Kabau Sirah tampak kebingungan dan kerap melakukan kesalahan elementer, sementara Madura United lebih dominan dalam menekan.
Meski beberapa peluang berhasil diciptakan, efektivitas menjadi masalah utama. Sepakan Firman Juliansyah di menit ke-60 masih mampu ditepis Dicky Indriyana.
Empat menit berselang, Maicon yang masuk sebagai pemain pengganti hampir mencetak gol setelah menerima umpan dari Ravy Tsouka, namun kembali digagalkan Dicky.
Peluang dari situasi bola mati juga belum membuahkan hasil. Sepakan Firman Juliansyah dari tendangan sudut Maicon masih melenceng jauh dari gawang.
Memasuki menit ke-80, permainan Semen Padang FC terlihat kehilangan intensitas. Serangan yang dibangun dengan mudah dipatahkan lini belakang Madura United.
Upaya Ricky Ariansyah lewat tendangan jarak jauh juga belum menemui sasaran. Madura United sempat mengancam lewat sepakan Nufiandani, namun masih bisa diamankan Rendy Oscario.
Di masa injury time, Semen Padang FC mencoba menekan, tetapi tetap kesulitan menembus pertahanan lawan. Peluang emas terakhir melalui Maicon de Souza pun terbuang sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-1 untuk kemenangan Madura United.
Klasemen Kian Berat, Sisa Laga Jadi Penentuan
Kekalahan ini membuat Semen Padang FC semakin terpuruk di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Sementara itu, Madura United naik ke posisi ke-15 dengan 29 poin.
Situasi Kabau Sirah kian sulit karena terpaut tujuh poin dari Persis Solo yang berada di peringkat 16 dengan hanya empat pertandingan tersisa. Namun, itu masih sulit mengejar batas aman 9 poin dari Madura United.
Semen Padang FC masih harus menjalani laga berat, yakni bertandang menghadapi Dewa United dan Persija Jakarta, serta menjamu Persik Kediri dan Persebaya Surabaya.
Jika tidak segera bangkit, ancaman degradasi semakin nyata bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut. (rdr)











