AGAM, RADARSUMBAR.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam mencatat sebanyak 16 unit jembatan yang rusak dan terputus dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu telah selesai dibangun, sehingga akses kembali terhubung.
“16 jembatan yang telah dibangun tersebut tersebar di Kecamatan Matur, Malalak, Canduang, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Palembayan dan lainnya,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Senin.
Ia mengatakan ke 16 jembatan tersebut terdiri dari jembatan bailey lima unit, jembatan armco sembilan unit dan jembatan gantung dua unit.
Jembatan tersebut dibangun oleh TNI sebanyak 14 unit dan Polri dua unit berupa jembatan bailey. “TNI membangun tiga unit jembatan bailey, sembilan jembatan armco dan dua jembatan gantung,” katanya.
Ia mengakui saat ini sedang dalam proses pekerjaan dua unit jembatan gantung di Kecamatan Malalak dan Palembayan. Dalam waktu dekat, tambahnya jembatan gantung di Malalak sudah selesai dikerjakan.
“Untuk jembatan gantung di Palembayan baru dimulai proses pengerjaan,” katanya.
Ia menambahkan pascabencana hidrometeorologi melanda Agam pada akhir November 2025, akses masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Agam sempat lumpuh.
Akibatnya aktivitas masyarakat terhambat, mobilitas terganggu, dan roda ekonomi ikut terdampak. Namun, Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat.
Melalui usulan ke pemerintah pusat pada 7 Desember 2025, pembangunan jembatan segera ditindaklanjuti bersama TNI dan Polri sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana.
Kini, akses masyarakat kembali terbuka, aktivitas kembali berjalan, dan ekonomi mulai bangkit. “Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi pusat dan daerah mampu menghadirkan solusi cepat untuk masyarakat,” katanya. (rdr/ant)










