OTOMOTIF

Biar Tak Salah Manuver, Ini Tips Parkir Mobil di Ruang Sempit

×

Biar Tak Salah Manuver, Ini Tips Parkir Mobil di Ruang Sempit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi parkir di ruang sempit. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Memarkir mobil menjadi salah satu tantangan bagi pengemudi, terutama pemula yang masih belajar mengemudi. Selain membutuhkan teknik tertentu, kondisi ruang parkir yang terbatas atau posisi parkir paralel juga menuntut pengemudi lebih cermat saat bermanuver.

Pada mobil modern, sejumlah fitur pendukung berkendara dapat membantu pengemudi ketika harus memarkir kendaraan di ruang yang sulit.

“Parkir pada tempat sulit sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika pengemudi memahami posisi kendaraan dan melakukan setiap manuver secara bertahap. Jangan terburu-buru memutar kemudi atau mengandalkan satu sudut pandang saja. Manfaatkan spion, amati kondisi sekitar secara langsung, serta gunakan fitur pendukung kendaraan sebagai tambahan informasi saat bermanuver,” ujar Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi.

Berikut lima langkah dasar yang dapat diterapkan saat memarkir mobil di ruang terbatas.

1. Pastikan ruang parkir memadai dan atur posisi awal

Meski ruang parkir terbatas, pastikan area tersebut memiliki ukuran yang cukup untuk kendaraan. Sisakan jarak yang memadai agar mobil memiliki ruang untuk bergerak ketika mulai berbelok.

Posisi awal juga penting. Jarak yang terlalu dekat atau terlalu jauh dari kendaraan di samping dapat membuat sudut masuk kendaraan menjadi kurang tepat.

Sebelum bergerak mundur, periksa spion kanan dan kiri serta kondisi di sekitar kendaraan untuk memastikan manuver dapat dilakukan dengan aman.

2. Mundur perlahan dan atur putaran kemudi

Setelah mendapatkan posisi awal yang tepat, aktifkan lampu sein untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain sebelum mulai bergerak mundur.

Baca Juga  Grand Max Alami Kecelakaan di Kelok Sembilan, Delapan Penumpang Luka Ringan

Arahkan bagian belakang kendaraan ke ruang parkir secara perlahan sambil memutar kemudi secara bertahap.

Hindari melakukan manuver secara tergesa-gesa. Kecepatan rendah memberikan waktu lebih banyak bagi pengemudi untuk membaca perubahan posisi kendaraan.

Gunakan kendaraan di samping, marka parkir, atau tepi jalan sebagai titik referensi. Pada saat bersamaan, tetap perhatikan bagian depan kendaraan karena posisinya ikut berubah ketika kemudi diputar.

3. Manfaatkan sensor parkir belakang

Ketika bagian belakang mobil mulai masuk ke ruang parkir, jarak dengan kendaraan atau objek di belakang perlu semakin diperhatikan.

Rear Parking Sensor dapat membantu mendeteksi keberadaan objek di belakang kendaraan ketika mobil bergerak mundur. Peringatan suara yang diberikan sensor dapat menjadi informasi tambahan mengenai jarak kendaraan dengan objek, terutama saat ruang untuk bermanuver terbatas.

Meski demikian, sensor parkir tetap merupakan fitur pendukung. Pengemudi perlu mengombinasikan informasi dari sensor dengan pengamatan melalui spion, kamera, serta kondisi sekitar secara langsung.

4. Manfaatkan kamera 360 derajat

Setelah bagian belakang kendaraan masuk ke ruang parkir, perhatian pengemudi perlu bergantian antara bagian depan, belakang, dan sisi kendaraan. Pada tahap ini, posisi mobil mulai diluruskan agar sejajar dengan tepi jalan atau kendaraan lain.

Pada sejumlah mobil modern, termasuk Suzuki XL7 New Alpha Hybrid, kamera 360 derajat (360° View Camera) dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi di sekitar kendaraan.

Tampilan dari beberapa sisi dapat menjadi referensi tambahan bagi pengemudi untuk melihat posisi mobil terhadap kendaraan lain, marka parkir, maupun trotoar.

Baca Juga  KIA Siap Gunakan B50, Masih Tunggu Kepastian Regulasi Pemerintah

Fitur tersebut juga dapat membantu pengemudi memantau area blind spot yang tidak mudah terlihat hanya melalui spion, terutama saat bermanuver di ruang sempit.

5. Lakukan koreksi posisi jika diperlukan

Memarkir kendaraan tidak harus selalu selesai dalam satu kali manuver. Apabila posisi mobil masih terlalu dekat dengan kendaraan atau objek di sekitarnya, pengemudi dapat melakukan penyesuaian secara perlahan untuk mendapatkan jarak yang lebih ideal.

Melakukan beberapa kali koreksi posisi justru dapat memberikan kontrol lebih baik daripada memaksakan kendaraan masuk dalam satu gerakan.

Lakukan penyesuaian secara perlahan sambil tetap memperhatikan posisi kendaraan melalui spion, kamera, dan kondisi sekitar secara langsung.

Kemampuan parkir tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan, tetapi juga pada kemampuan pengemudi memahami dimensi mobil dan kondisi di sekitarnya.

Setiap mobil memiliki dimensi yang berbeda, baik panjang maupun lebar. Karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengenali karakteristik dan dimensi kendaraannya.

Berbagai fitur seperti Rear Parking Sensor dan 360° View Camera hadir sebagai pendukung untuk memberikan informasi tambahan saat bermanuver. Kendali penuh kendaraan tetap berada di tangan pengemudi.

“Fitur kendaraan dapat membantu memberikan sudut pandang dan informasi tambahan ketika pengemudi bermanuver. Namun, prinsip utamanya tetap sama, yaitu lakukan secara perlahan, jaga konsentrasi, serta pastikan kondisi di depan, belakang, maupun sisi kendaraan aman. Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan parkir selesai dalam satu kali manuver,” ujar Hariadi. (rdr/ant)