JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kendaraan yang mogok di tengah jalan dapat memicu kepanikan, terutama ketika pengemudi tidak mengetahui penyebab kerusakan yang dialami.
Mitsubishi Motors Indonesia melalui laman resminya, Senin, membagikan sejumlah tips yang dapat dilakukan pengemudi ketika menghadapi situasi darurat, mulai dari mesin mati, mesin mengalami panas berlebih atau overheat, ban bocor, hingga kendaraan yang harus diderek.
Jika mobil mogok, pengemudi perlu segera mengarahkan kendaraan ke bahu jalan atau lokasi yang aman.
Lampu hazard harus dinyalakan dan segitiga pengaman dipasang pada jarak yang cukup dari kendaraan agar pengguna jalan lain dapat mengetahui keberadaan mobil yang berhenti.
Jika mesin tidak dapat dihidupkan akibat baterai atau aki lemah, pengemudi dapat menggunakan kabel jumper dengan bantuan kendaraan lain.
Namun, apabila penyebab kendaraan mogok tidak diketahui, sebaiknya pengemudi tidak memaksakan mesin untuk kembali menyala dan segera meminta bantuan teknisi.
Waspadai mesin overheat
Situasi darurat lainnya adalah mesin mengalami panas berlebih atau overheat. Kondisi ini dapat ditandai dengan indikator peringatan temperatur yang menyala atau berkedip pada dasbor.
Pengemudi harus menghentikan kendaraan di tempat yang aman dan mematikan mesin. Jika terlihat uap dari ruang mesin, tunggu hingga uap berhenti sebelum membuka kap mesin.
Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyebabkan luka bakar.
Setelah mesin cukup dingin, periksa kipas pendingin, level cairan pendingin melalui reservoir, serta selang radiator dan drive belt.
Jika ditemukan kebocoran atau kerusakan, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan untuk kembali berjalan dan segera dibawa ke bengkel.
Ban bocor dan kendaraan harus diderek
Ban yang kehilangan tekanan dapat membuat mobil terasa oleng atau setir menarik ke satu arah. Pengemudi harus memperlambat kendaraan dan berhenti di tempat yang rata serta stabil.
Sebelum mengganti ban, aktifkan rem parkir, matikan mesin, nyalakan lampu hazard, dan pasang segitiga pengaman. Penumpang juga sebaiknya diarahkan ke lokasi yang aman.
Untuk transmisi manual, tuas dipindahkan ke posisi R, sedangkan transmisi otomatis pada posisi P. Pengganjal ban juga perlu dipasang secara diagonal berlawanan dengan roda yang akan diganti.
Pengemudi sebaiknya menggunakan jasa derek apabila mesin hidup tetapi kendaraan tidak bergerak, terdengar suara tidak normal, terdapat kebocoran oli atau cairan, maupun roda terjebak di parit.
Penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang selama perjalanan. (rdr/ant)






