PADANG

Udara Tidak Sehat, Keluhan Gejala ISPA Capai 1.200 per Hari di Padang

×

Udara Tidak Sehat, Keluhan Gejala ISPA Capai 1.200 per Hari di Padang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seorang warga berjalan di tengah kabut asap yang pekat. (Foto: Ist)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat, mencatat sekitar 1.200 keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setiap hari dari total 2.400 kunjungan ke seluruh puskesmas di daerah itu di tengah kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap.

“Kalau melihat kunjungan di seluruh puskesmas, rata-rata mencapai 2.400 orang per hari dan hampir separuhnya datang dengan keluhan yang mengarah pada ISPA,” kata Kepala Dinkes Kota Padang Srikurnia Yati di Padang, Jumat.

Menurut dia, keluhan yang mengarah pada ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat.

Ia mengatakan gangguan kesehatan akibat kualitas udara perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika masyarakat masih beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Keluhan ISPA ini kami temukan mencakup seluruh rentang usia, jadi bukan hanya kelompok tertentu yang mengalami keluhan ini. Kondisi udara yang kurang baik seperti sekarang memang berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan,” katanya.

Baca Juga  Wali Kota Padang Keluarkan terkait Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Kota Padang telah menerbitkan surat edaran mitigasi yang ditandatangani Wali Kota Padang.

Srikurnia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah, serta mencukupi waktu istirahat.

Ia mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara tidak sehat.

“Apabila sakit dan muncul gejala batuk kemudian sesak napas, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Padang,” ujarnya.

Selain upaya mitigasi dampak kabut asap, Dinkes Kota Padang terus melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Kualitas Udara Tak Sehat, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Sebanyak 24 puskesmas di Kota Padang telah melaksanakan CKG bagi masyarakat yang berkunjung ke puskesmas maupun melalui kerja sama dengan camat dan lurah untuk mengumpulkan masyarakat.

Pelaksanaan CKG juga dilakukan di lokasi kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, dengan rata-rata 60 hingga 100 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam setiap pelaksanaannya.

Srikurnia mengatakan Dinkes Kota Padang terus mengejar target pelaksanaan CKG yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Target dari Kemenkes sebesar 46 persen dari jumlah penduduk harus melaksanakan CKG. Saat ini sekitar 40 sampai 45 persen sudah kami input ke aplikasi Satu Sehat,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan program CKG untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini sekaligus melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit. (rdr/ant)