PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI membantu rehabilitasi empat pasar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan anggaran senilai Rp4,1 miliar. Rehabilitasi dilakukan karena sejumlah infrastruktur pasar mengalami kerusakan ringan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.
“Rehabilitasi empat pasar ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kami di tahun 2026,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad, sebagaimana keterangan yang diterima, Senin.
Ia mengatakan anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki kerusakan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur pasar agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Menurut dia, pasar merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Pariaman sehingga aspek keamanan dan kenyamanan pedagang maupun pengunjung perlu terus ditingkatkan.
“Tambahan anggaran rehabilitasi ini diharapkan dapat segera memasuki tahap eksekusi fisik agar target rampung sebelum akhir tahun anggaran dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.
Yota menyebutkan empat pasar yang mendapatkan bantuan rehabilitasi pada 2026, yakni Pasar Rakyat Pariaman, Pasar Kuraitaji, Pasar Basah Pariaman, dan Pasar Produksi Jati.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pariaman Deddy Kurnia Illahi mengatakan pihaknya baru mengikuti Rapat Koordinasi Antarinstansi dan Penyerahan DIPA Dana Tugas Pembantuan dalam rangka Percepatan Rehabilitasi/Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra yang dilaksanakan Kemendag di Jawa Barat.
Ia mengatakan proses rehabilitasi masih berlangsung pada tahap persiapan dan pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada bulan ini.
“Per tanggal 12 bulan ini sudah kontrak,” ujarnya.
Deddy mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan agar rehabilitasi dapat dilaksanakan dan diselesaikan sesuai target. Dengan demikian, pedagang dan pengunjung pasar diharapkan dapat segera menikmati fasilitas yang lebih baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman menyiagakan 12 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Pasar Rakyat Pariaman setiap hari untuk memastikan kawasan tersebut tetap tertata dan bebas dari pedagang yang berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman Eri Gustian mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban dan memindahkan pedagang ke lokasi yang disediakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM.
“Sebelumnya kami telah melakukan beberapa kali penertiban pedagang untuk dipindahkan ke lokasi yang disediakan Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM), tetapi keesokan harinya pedagang kembali ke lokasi awal,” kata Eri.
Ia menjelaskan penertiban dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan pasar sekaligus persiapan rehabilitasi Pasar Basah. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyediakan lokasi bagi pedagang yang terdampak penertiban. (rdr/ant)












