PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kota Padang genap berusia 357 tahun pada Jumat (7/8/2026). Momentum Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 dimanfaatkan Pemerintah Kota Padang untuk menegaskan arah pembangunan melalui transformasi ekonomi yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Paripurna Istimewa HJK ke-357 di DPRD Kota Padang yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Maigus Nasir, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan.
Fadly mengatakan Hari Jadi Kota menjadi momentum untuk menghormati perjalanan sejarah, mengevaluasi kondisi saat ini, sekaligus menyiapkan masa depan dengan tetap berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Menurut dia, transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi mengubah cara kota berkembang melalui peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, perluasan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, serta pemerataan manfaat pembangunan.
Fadly menilai Kota Padang memiliki tiga kekuatan utama sebagai kota jasa. Di sektor pendidikan, Padang menjadi tujuan belajar bagi lebih dari 180 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, termasuk 46 perguruan tinggi swasta. Keberadaan mahasiswa dan tenaga akademik dinilai turut menggerakkan sektor hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, hingga ekonomi kreatif.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan pada 2025 tercatat mencapai 5,3 juta orang, meningkat dibandingkan 4,3 juta kunjungan pada tahun sebelumnya. Retribusi objek wisata juga melampaui target dengan realisasi sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target.
Menurut Fadly, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki kualitas destinasi, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada 3 Agustus lalu. Pemerintah Kota, kata dia, terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga terdampak, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik.
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan berbagai tantangan pembangunan harus menjadi agenda bersama yang diselesaikan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik. Untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang,” katanya.
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Asisten II Setdaprov Sumbar Adib Alfikri menegaskan kemajuan Kota Padang merupakan bagian dari kemajuan Sumatera Barat. Karena itu, pembangunan kota memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi mengapresiasi sejumlah langkah Pemerintah Kota Padang, termasuk penguatan kerja sama internasional dan penataan kawasan Batang Arau. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan, kerapian, dan meningkatkan hospitality akan memperkuat daya tarik pariwisata Kota Padang. (rdr)












