LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, membentuk program Nagari Peduli Tuberkulosis (TB) Paru sebagai upaya meningkatkan penemuan kasus penyakit tersebut di daerah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian mengatakan program tersebut dibentuk secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 46 dari 92 nagari di Kabupaten Agam akan menjadi sasaran pelaksanaan program.
“Ke-46 nagari tersebut telah kita lakukan rapat koordinasi dengan wali nagari atau kepala desa dan setelah itu bakal kita luncurkan dalam waktu dekat,” kata Hendri di Lubuk Basung, Kamis.
Ia menjelaskan pembentukan Nagari Peduli TB Paru dilakukan karena capaian penemuan kasus TB di Agam masih rendah. Pada 2025, capaian penemuan kasus baru mencapai 37 persen.
Hendri menyebutkan, target penemuan kasus TB yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat pada 2025 sebanyak 2.435 kasus. Namun, Kabupaten Agam baru berhasil menemukan 890 kasus.
“Masih banyak penderita TB yang belum kita temukan. Dengan pembentukan Nagari Peduli TB Paru, kami meminta dukungan dan komitmen dari wali nagari agar target penemuan kasus dapat tercapai sehingga pasien bisa segera mendapatkan pengobatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan TB paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tersebut masih menjadi permasalahan kesehatan, baik secara global, nasional, maupun di tingkat daerah.
Gejala TB paru antara lain batuk yang berlangsung selama tiga minggu atau lebih, sesak napas ketika infeksi memburuk, demam, penurunan berat badan, serta gejala lainnya.
Hendri mengingatkan apabila tidak ditangani, TB paru dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan penderita dan meningkatkan risiko penularan kepada orang lain.
“Angka kematian akibat TB paru masih tinggi, namun penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara tuntas selama enam bulan dengan mengonsumsi obat anti tuberkulosis,” katanya. (rdr/ant)












