PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, mencatat sekitar 3.000 anak hafiz yang tersebar di wilayah tersebut berdasarkan hasil pemantauan program Satu Rumah Satu Hafiz.
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan tim sudah ada tiga ribuan anak hafiz yang tersebar di Kota Pariaman,” kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariota mengatakan keberadaan ribuan anak hafiz tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang Qur’ani dan berakhlak mul, keberlanjutan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari ulama, guru, orang tua, Madrasah Diniyah Takmiliyahaman, Jumat.
Sejak Juli 2026, Pemko Pariaman membentuk 11 tim untuk memantau pelaksanaan program Satu Rumah Satu Hafiz melalui verifikasi dan pemetaan langsung ke sekolah-sekolah di daerah itu.
Data hasil pemetaan dari 11 tim tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan program pendampingan intensif yang disesuaikan dengan kapasitas dan tingkat hafalan masing-masing anak.
Yota mengatakan keberadaan ribuan anak hafiz tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang Qur’ani dan berakhlak mulia melalui program Pariaman Risalah.
Menurut dia, keberlanjutan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari ulama, guru, orang tua, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), hingga lembaga pendidikan Al-Qur’an.
“Yang paling penting, pemerintah membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat Kota Pariaman,” katanya.
Oleh karena itu, Yota menyampaikan apresiasi kepada guru mengaji dan tenaga pendidik MDTA yang berperan dalam pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak di daerah tersebut.
Saat ini, Pemko Pariaman juga melaksanakan Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur keberhasilan program Satu Rumah Satu Hafiz.
Yota menyebutkan lomba yang dilaksanakan pada 25-27 September 2026 itu diikuti 450 penghafal Al-Qur’an dari Kota Pariaman.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 peserta merupakan hafiz cilik, 95 peserta mengikuti cabang tilawah, dan 165 peserta mengikuti cabang nontilawah.
Melihat tingginya antusiasme peserta dalam lomba tersebut, Yota mengatakan Pemkot Pariaman berencana mengembangkan kegiatan serupa dengan cakupan peserta yang lebih luas hingga tingkat provinsi. (rdr/ant)












