PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kendala pada jalur distribusi dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.
Sejumlah faktor menyebabkan distribusi BBM membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Di antaranya rehabilitasi Jembatan Bukit Putus pada ruas menuju IT Teluk Kabung, pekerjaan pengaspalan di kawasan Lembah Anai yang menerapkan sistem buka tutup jalan, serta kepadatan lalu lintas di Sitinjau Lauik akibat insiden kendaraan.
Sebagai langkah mitigasi, sejak 3 Juli 2026 IT Teluk Kabung mengoperasikan layanan penyaluran BBM selama 24 jam penuh.
Pertamina juga menambah armada mobil tangki untuk memperkuat kapasitas distribusi sehingga pasokan ke SPBU tetap berjalan optimal meski waktu tempuh pengiriman meningkat.
Selain itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polda Sumbar, dan instansi terkait untuk mendukung prioritas perjalanan armada mobil tangki BBM dan kendaraan pengangkut LPG.
Pengawalan kepolisian juga dilakukan bagi armada yang melintasi kawasan rehabilitasi Jembatan Bukit Putus di Kecamatan Bungus agar distribusi energi tetap aman dan lancar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan berbagai penyesuaian operasional dilakukan agar distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga.
“Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mengoptimalkan operasional distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.”
“Berbagai penyesuaian operasional kami lakukan, mulai dari pengoperasian terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, hingga pengaturan prioritas pengiriman ke SPBU sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pertamina memastikan akan terus memantau kondisi distribusi secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga kelancaran penyaluran energi.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena pasokan di Sumatera Barat dipastikan tetap tersedia dan terus disalurkan. (rdr)











