BERITA

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional Siapkan SDM Siap Kerja, Target 300 Ribu Peserta

×

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional Siapkan SDM Siap Kerja, Target 300 Ribu Peserta

Sebarkan artikel ini
Peserta mengikuti praktik pemotongan logam pada pelatihan pengelasan (welding) dalam Program Pelatihan Vokasi Nasional di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Aceh, Senin (20/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/AKRAMUL MUSLIM

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan sebanyak 300 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026 sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan perubahan pasar kerja yang berlangsung cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah dalam keterangannya, Minggu.

Menurut dia, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga  Diduga Terima Suap Sertifikat K3, Wamenaker Noel Dicokok KPK

Selain menyasar pencari kerja, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja atau membangun usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Ia menambahkan pelaksanaan pelatihan vokasi akan disesuaikan dengan potensi unggulan di masing-masing daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi difokuskan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.

Baca Juga  Diserang Polisi Israel, Puluhan Warga Palestina Rayakan Isra Mikraj di Yerusalem Terluka

Untuk mendukung program tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) didorong memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Afriansyah. (rdr/ant)