JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan pemanfaatan ratusan batang kayu yang terbawa banjir di Sumatra siap dioptimalkan untuk membantu warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara tertib dan terkontrol untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabanjir.
“Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak dimanfaatkan akan digunakan untuk kebutuhan darurat warga,” ujarnya.
Langkah ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 863 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Kayu Hanyutan Akibat Bencana Banjir sebagai Sumber Daya Material untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Kabupaten Aceh Utara, kayu hanyutan yang telah diukur dan layak dimanfaatkan mencapai 454 batang dengan volume 730,95 meter kubik (data per 6 Januari 2026). Pemilahan dan pemanfaatan kayu dilakukan dengan dukungan 35 alat berat dari Kemenhut, TNI, dan Kementerian PU.
Alat-alat berat difokuskan untuk pembersihan dan pemilahan kayu di halaman rumah warga, serta di aliran air agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara), yang dikembangkan berdasarkan kajian Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hingga saat ini, pemanfaatan kayu oleh masyarakat dan lembaga kemanusiaan tercatat 28,86 meter kubik, dengan progres dua huntara dalam pembangunan dan satu unit telah selesai dibangun.
Di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, pemanfaatan kayu hanyutan juga dilakukan secara masif dengan dukungan 20 alat berat dan 10 dump truck. Kayu yang telah dipilah dimanfaatkan untuk kebutuhan pengungsian dan penanganan darurat.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menegaskan seluruh pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara terkontrol dan sesuai ketentuan.
“Sebanyak 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik digunakan sebagai alas lantai 267 unit tenda darurat. Penatausahaan dan pengawasan terus kami lakukan agar pemanfaatannya tepat sasaran,” kata dia. (rdr/ant)






