PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan tidak ada kebijakan baru terkait pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM), sehingga masyarakat diminta tidak perlu khawatir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan mekanisme penyaluran BBM saat ini tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tidak terdapat kebijakan pembatasan baru,” ujarnya saat dihubungi dari Padang, Rabu.
Ia memastikan masyarakat, termasuk nelayan dan pelaku UMKM, tetap dapat memperoleh BBM sesuai ketentuan yang berlaku. Sektor prioritas seperti layanan kesehatan, transportasi umum, dan pelayanan publik juga dipastikan tetap mendapatkan pasokan energi.
Menurut Fahrougi, Pertamina terus melakukan pemantauan berkala, penguatan stok di lembaga penyalur, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga pemerataan distribusi energi.
Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen menjaga keandalan distribusi dan memastikan ketersediaan energi untuk mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian.
Ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyaring informasi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Selain itu, harga BBM di wilayah Sumbagut dipastikan tidak mengalami kenaikan dan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah.
Pertamina juga memastikan ketersediaan energi, baik BBM maupun LPG, dalam kondisi aman dan mencukupi. Penyaluran energi di seluruh wilayah Sumbagut disebut berjalan lancar dan terkendali.
Per 1 April 2026, stok energi di wilayah Sumatera Utara dilaporkan dalam kondisi terjaga. Di Fuel Terminal Medan Group, stok pertalite tercatat sekitar 25.467 kiloliter, solar 15.080 kiloliter, pertamax 3.200 kiloliter, dan biosolar (B40) 5.990 kiloliter. (rdr/ant)












