JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meminta para pendamping desa berkontribusi dalam mempublikasikan penggunaan Dana Desa kepada masyarakat.
Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa (FPDD) Kemendes PDT Friendy P. Sihotang mengatakan publikasi tersebut penting untuk memastikan masyarakat mengetahui secara langsung hasil pembangunan yang dilakukan melalui Dana Desa.
“Jadi, kita jangan hanya menampilkan angka-angka, tetapi bagaimana bentuk fisik, bukti penggunaan Dana Desa. Itu yang harus kita sampaikan kepada publik. Itu yang paling penting sebenarnya,” ujar Friendy saat memberikan sambutan dalam rapat pendataan data pemanfaatan Dana Desa yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Friendy mengatakan upaya publikasi pemanfaatan Dana Desa selama ini memang telah dilakukan. Namun, menurut dia, upaya tersebut masih perlu dimaksimalkan agar informasi mengenai pemanfaatan Dana Desa dapat menjangkau lebih banyak pihak.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi, kira-kira gitu. Nah, ini mungkin sudah kita lakukan tapi masih minim kira-kira gitu. Oleh sebab itu mari kita maksimalkan upaya-upaya publikasi ini supaya menyentuh banyak pihak,” katanya.
Ia juga mendorong pendamping desa memperkuat kapasitas perangkat desa agar mampu melakukan publikasi mengenai pemanfaatan Dana Desa secara mandiri.
“Nah, itu mungkin tantangan tersendiri buat kita sehingga memberdayakan pemerintah desa, mengoptimalkan sebagai mitra pemerintah desa. Ini bisa kita lakukan bersama. Nanti, kita siapkan atau kita advokasi bagaimana caranya desa itu bisa melakukan publikasi-publikasi,” ujarnya.
Menurut Friendy, publikasi pemanfaatan Dana Desa penting untuk menunjukkan bahwa Dana Desa bukan hanya menjadi kepentingan pendamping maupun pemerintah desa, tetapi juga untuk masyarakat secara luas.
“Jangan seakan-akan Dana Desa itu milik kita, milik pendamping, milik desa, tetapi milik semuanya,” kata dia. (rdr/ant)










