AGAM

Kasus Campak Meningkat, Pemkab Agam Lakukan Imunisasi Tambahan di 8 Kecamatan

×

Kasus Campak Meningkat, Pemkab Agam Lakukan Imunisasi Tambahan di 8 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi campak
ilustrasi campak. (Foto: Ist)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan imunisasi tambahan secara massal di sejumlah wilayah yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah guna menekan penyebaran penyakit campak.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, di Lubukbasung, Minggu, mengatakan imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah dilaksanakan di delapan kecamatan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Palembayan, Lubuk Basung, Sungai Pua, Ampek Angkek, Ampek Koto, Matur, Tanjung Raya, dan Kamang Magek.

“Daerah ini merupakan wilayah yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” katanya.

Selain ORI, Dinas Kesehatan Agam juga terus melaksanakan imunisasi rutin campak bagi bayi usia sembilan bulan melalui puskesmas dan posyandu.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Agam Punya Program Sawah Pokok Murah

Upaya lain yang dilakukan yakni kampanye imunisasi melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan campak.

Dinas Kesehatan juga melakukan deteksi dini dengan memantau, melaporkan, dan menyelidiki setiap kasus campak yang dicurigai secara cepat.

“Kami melakukan surveilans untuk mendeteksi dini kasus campak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya melakukan investigasi wabah dengan menelusuri sumber penularan serta mengidentifikasi kelompok rentan saat terjadi kasus.

Dalam penanganan kasus, penderita dianjurkan menjalani isolasi guna mencegah penularan, serta diberikan perawatan suportif seperti vitamin A dan obat penurun demam.

Baca Juga  Bupati Agam Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Indra Dt Baradai

Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, termasuk mengenai gejala, cara penularan, dan pentingnya imunisasi campak.

Dinas Kesehatan Agam juga membentuk Tim Gerak Cepat untuk merespons potensi wabah secara cepat.

Hendri mengakui berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penyebaran campak di daerah tersebut.

Berdasarkan data, jumlah kasus campak di Kabupaten Agam pada Januari hingga 18 April 2026 tercatat sebanyak 59 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 48 kasus.

“Kami berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menekan jumlah kasus ke depan,” katanya. (rdr/ant)