SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Tempat Penitipan Anak (TPA) Ahsanu Amala Kabupaten Pasaman Barat masuk dalam nominasi Praktik Baik pada Penilaian TAMASYA Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 127/PK.01/F1/2026.
Menindaklanjuti hal itu, Tim Penilai Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menggelar wawancara pendalaman secara daring melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (3/6).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Pasaman Barat, Harlina Syahputri, mewakili Bupati Pasaman Barat, Kepala DPPKBP3A Armen, Ketua Bidang IV TP-PKK Pasbar Ny. Erisa Doddy San Ismail, Sekretaris DPPKBP3A Dewi Indriani Djusair, Ketua TPA Ahsanu Amala Rezi Maswar, Penyuluh KB Kecamatan Pasaman Desri Susanti, orang tua penerima layanan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam proses wawancara, tim penilai meninjau berbagai aspek layanan di TPA Ahsanu Amala, termasuk standar keamanan dan kenyamanan lingkungan, kualitas edukasi dan stimulasi perkembangan anak, serta mekanisme pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Selain itu, turut dinilai sistem rujukan terpadu yang digunakan untuk deteksi dini, penanganan risiko, dan pemantauan anak yang membutuhkan intervensi khusus. Sistem ini dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menjelaskan bahwa Program TAMASYA merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengasuhan anak yang berkualitas, mendukung kesejahteraan keluarga, serta mempercepat penurunan angka stunting.
“Layanan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, TAMASYA juga berperan memastikan anak memperoleh pengasuhan optimal melalui peningkatan kompetensi pengasuh serta pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten III Setda Pasaman Barat, Harlina Syahputri, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Program TAMASYA, khususnya di TPA Ahsanu Amala.
“Program ini merupakan inovasi sosial yang sangat strategis. Tidak hanya menyediakan layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, perlindungan anak, serta penguatan ketahanan keluarga,” katanya.
Ia menilai capaian TPA Ahsanu Amala merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, yayasan, dan pemerintah dalam menghadirkan layanan yang berdampak bagi tumbuh kembang anak.
“Pemkab akan terus memberikan pembinaan, pendampingan, penguatan kelembagaan, serta mendorong sinergi lintas perangkat daerah agar program ini berkelanjutan dan menjadi model layanan pengasuhan anak usia dini di Pasaman Barat,” lanjutnya.
Harlina juga berharap capaian tersebut dapat menginspirasi pengembangan layanan TAMASYA di kecamatan dan nagari lainnya di Pasaman Barat.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis mewujudkan generasi Pasaman Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua TPA Ahsanu Amala, Rezi Maswar, menyampaikan bahwa lembaganya terus menjaga mutu layanan melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta dukungan tenaga pengasuh yang kompeten.
“Para pengasuh memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman memadai, dibuktikan dengan ijazah serta sertifikat kompetensi. Fasilitas dan kapasitas layanan juga telah disesuaikan dengan standar yang berlaku,” jelasnya.
Ia menambahkan, TPA Ahsanu Amala berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik dari aspek fasilitas, kenyamanan anak, maupun kepuasan orang tua.
Penilaian Praktik Baik TAMASYA bertujuan mengevaluasi mutu layanan pengasuhan anak di TPA agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Program ini juga menjadi bentuk dukungan bagi orang tua, khususnya ibu bekerja, agar tetap produktif dengan adanya layanan pengasuhan yang terpercaya. (rdr/dedi)












