BERITA

Bantah Tuduhan Penggelapan, BKM Masjid Al Ihsan Moawö Tegaskan Kelola Infak dan Sedekah Secara Transparan

×

Bantah Tuduhan Penggelapan, BKM Masjid Al Ihsan Moawö Tegaskan Kelola Infak dan Sedekah Secara Transparan

Sebarkan artikel ini
Para pengurus dan tokoh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ihsan Moawo, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara saat berkumpul. (Putra/Radarsumbar)

GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ihsan Moawö, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli meluruskan tentang tuduhan dugaan penggelapan dana infak dan sedekah yang belakangan beredar di tengah masyarakat. Pengurus menegaskan seluruh pengelolaan keuangan masjid berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada jamaah.

Bendahara BKM Masjid Al Ihsan Moawö, Akhyar Harefa, menyatakan informasi yang menyebut adanya penyalahgunaan dana infak maupun sedekah tidak sesuai fakta. Menurut dia, isu tersebut berkembang di tengah kepengurusan mereka yang diemban sejak Juni 2024 lalu hingga saat ini.

Akhyar menjelaskan, pengurus mendapati informasi tersebut disebarkan oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan jamaah Masjid Al Ihsan Moawö. Namun, pihaknya menilai tuduhan itu tidak memiliki dasar yang kuat.

“Setiap agenda pertemuan dan penyampaian laporan keuangan selalu terbuka kepada jamaah. Namun, pihak yang menyebarkan informasi tersebut justru tidak pernah hadir dalam forum-forum yang kami laksanakan,” kata Akhyar Harefa, Selasa (16/6/2026).

Ia menuturkan, isu yang dinilai sebagai fitnah itu berdampak terhadap citra masjid, terlebih saat pembangunan rumah ibadah tersebut masih berlangsung. Untuk meluruskan persoalan tersebut, pengurus telah menyerahkan berbagai dokumen kepada Polres Nias, termasuk laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana infak, sedekah, serta hibah yang diterima masjid.

Baca Juga  Uang Judi Online Mengalir ke Pejabat Polri, PPATK Bekukan 500 Rekening

Menurut Akhyar, seluruh arus keuangan masjid selalu disampaikan secara rinci kepada jamaah dalam setiap pertemuan yang digelar pengurus. BKM juga secara rutin mengundang masyarakat agar dapat mengetahui langsung penggunaan dana yang masuk maupun yang telah dibelanjakan.

“Kami selalu mengundang jamaah agar mengetahui kondisi keuangan masjid secara terbuka. Memang ada sebagian yang tidak pernah hadir dalam pertemuan yang kami undang,” ujarnya, didampingi Azman Telaumbanua, Ketua BKM Masjid Al Ihsan.

Lebih lanjut, sebutnya berbagai elemen masyarakat di Desa Moawö, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga jamaah Masjid Al Ihsan, merasa kecewa atas tuduhan yang diarahkan kepada pengurus BKM, bahkan mereka pun turut serta mendampungi dan memberi penguatan.

Dalam penelusuran yang dilakukan pengurus, muncul dugaan adanya upaya pengumpulan tanda tangan warga dengan alasan untuk memperoleh bantuan. Namun, menurut keterangan dua jamaah yang dimintai penjelasan, mereka tidak mengetahui jika tanda tangan tersebut digunakan untuk kepentingan lain.

“Dua jamaah mengaku diminta memberikan tanda tangan dengan alasan untuk proses mendapatkan bantuan dari masjid. Setelah ditelusuri, kenyataannya tidak demikian dan mereka pun terkejut,” kata Akhyar.

Ia menegaskan, pengurus ingin meluruskan seluruh informasi yang beredar terkait dugaan penyalahgunaan dana infak, sedekah, maupun pengelolaan keuangan masjid lainnya. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keberlangsungan pembangunan masjid.

Baca Juga  Zulhas Disentil Jokowi, Andre Rosiade: Mendag Jangan jadi Beban Presiden

Selain dapat mengganggu proses pembangunan, isu tersebut juga berisiko memunculkan keraguan di kalangan donatur dan umat Islam yang selama ini memberikan infak dan sedekah secara sukarela untuk mendukung pembangunan Masjid Al Ihsan Moawö.

Karena itu, BKM mengajak para donatur dan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pengurus memastikan seluruh dana yang diterima dikelola secara transparan dan dilaporkan secara rutin kepada jamaah.

“BKM berharap dukungan masyarakat dan para donatur tetap berlanjut demi menyukseskan pembangunan Masjid Al Ihsan Moawö yang saat ini masih berjalan, dengan menjaga akuntabilitas dan keterbukaan dalam setiap pengelolaan dana yang dipercayakan kepada masjid,” pinta Akhyar bersama Azrul Halawa, mewakili tokoh masyarakat Moawö.

Pantauan di lapangan, renovasi masjid sudah terlihat kokoh, dan lebar dibandingkan sebelumnya. Renovasi pembangunan itu menjawab kebutuhan jamaah selama ini, yang acap tidak tertampung bila ada kegiatan ibadah.

Walau masih ada beberapa untuk penyempurnaan, seperti jendela dan pintu, dinding dan pagar. Kondisi saat ini jamaah dapat bersyukur bisa memiliki masjid besar nantinya. (rdr/tanhar)