KESEHATAN

Kualitas Udara di Rumah Berpengaruh pada Kesehatan Bayi dan Balita

×

Kualitas Udara di Rumah Berpengaruh pada Kesehatan Bayi dan Balita

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi menjaga kualitas udara dalam rumah. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dokter spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp.A, mengingatkan para orang tua untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah karena bayi dan balita menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan tersebut.

“Kenyamanan dan keamanan rumah sangat penting bagi anak,” kata Ria Yoanita dalam acara bincang-bincang dan kampanye First Space, First Care yang digelar Mowilex Naturalle di Museum MACAN, Jakarta Barat, Senin.

Menurut Ria, bayi dan balita lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk karena memiliki frekuensi napas lebih tinggi, sementara sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

“Semakin kecil usia anak, frekuensi napasnya semakin tinggi, sementara daya tahan tubuhnya masih rendah. Karena itu, risiko gangguan saluran pernapasan menjadi lebih besar apabila kualitas udara di rumah kurang baik,” ujarnya.

Baca Juga  SPH Lakukan Konsultasi Lanjutan Hasil MCU Bagi Karyawan Tambang PT Semen Padang

Ia menjelaskan, kelembapan, suhu, ventilasi, dan sirkulasi udara di dalam rumah perlu dijaga agar tetap optimal untuk mencegah infeksi saluran pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya.

Ventilasi yang buruk, kata Ria, dapat membuat ruangan menjadi lembap sehingga memicu pertumbuhan jamur dan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Selain itu, ia menyarankan penggunaan pendingin ruangan (AC) dengan suhu antara 24 hingga 26 derajat Celsius serta membersihkan filter AC secara berkala agar tidak menjadi tempat penumpukan debu dan mikroorganisme yang dapat memicu gangguan pernapasan.

Apabila diperlukan, penggunaan alat penyaring udara (air purifier) juga dapat membantu mengurangi polusi udara di dalam rumah.

Ria juga mengimbau orang tua membatasi penggunaan produk beraroma menyengat maupun bahan yang mengandung zat kimia di sekitar bayi.

Baca Juga  Anda Flu dan Batuk, 8 Obat Ini Bisa Dicoba!

Sementara itu, kreator konten Nalapedia, Shofi, mengatakan orang tua juga perlu memperhatikan keamanan material yang digunakan di kamar bayi, termasuk cat dan furnitur.

“Setelah mencari tahu lebih banyak, kami mulai menyadari bahwa material yang digunakan di kamar, termasuk cat dan furnitur, juga harus dipastikan aman bagi anak,” katanya.

Senada dengan itu, arsitek sekaligus pendiri Rumah Sabine, Sabine Susan Emir, mengatakan kamar anak sebaiknya dirancang untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman sesuai kebutuhan serta tahapan tumbuh kembang anak.

“Ketika merancang kamar anak, prioritas pertama adalah kenyamanan dan kesehatan ruang. Hal pertama yang harus dipastikan adalah kondisi dinding dan lantai, karena itu menjadi fondasi ruang tumbuh anak,” ujarnya. (rdr/ant)