JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan penelusuran (tracing) kasus tuberkulosis (TBC) di Sumatera Utara merupakan bagian dari upaya mempercepat eliminasi dan pemberantasan penyakit tersebut di Indonesia.
“Hari ini kami datang ke beberapa daerah di Sumut untuk mempercepat pemberantasan TBC,” ujar Wamenkes Benjamin saat meninjau layanan TBC di RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Selasa.
Benjamin mengatakan penelusuran kasus TBC dilakukan di sejumlah daerah, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, serta wilayah Toba dan sekitarnya.
Menurut dia, pemberantasan TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami datang untuk menjelaskan kepada wali kota dan gubernur, karena kuncinya adalah kesehatan mampu melakukan pemeriksaan, bagaimana masyarakat bisa datang ke lokasi. Untuk itu diperlukan lintas sektor,” katanya.
Ia mengatakan penelusuran kasus TBC di Kota Medan dilakukan di 661 lokasi.
Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan sinar-X, pemeriksaan dahak, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan darah terhadap pasien TBC dan kontak erat di rumah.
“Secara total penelusuran dilakukan di sekitar 3.000 lokasi di Sumatera Utara, sedangkan secara nasional mencapai 53.335 lokasi mulai Juli hingga akhir November 2026 dengan target cakupan 90 persen,” ujar Benjamin.
Ia mengatakan percepatan pemberantasan TBC menjadi penting karena Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, dengan sekitar 10 persen kasus TBC dunia berada di Indonesia.
“Kalau dibandingkan dengan 100 ribu penduduk, Indonesia menjadi nomor satu di dunia karena terdapat 384 kasus per 100 ribu penduduk,” katanya.
Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap upaya pemberantasan TBC dengan menginstruksikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penanganan penyakit tersebut di berbagai daerah di Indonesia. (rdr/ant)











