EKONOMI

Bapanas: Stok Cadangan Pangan Pemerintah Aman Hadapi El Nino

×

Bapanas: Stok Cadangan Pangan Pemerintah Aman Hadapi El Nino

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi stok beras. (net)
Ilustrasi stok beras. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia karena pemerintah telah memperkuat cadangan pangan dan melakukan antisipasi sejak dini.

“Sekarang alhamdulillah, ini atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), tidak usah khawatir. El Nino yang dulu lebih dahsyat daripada sekarang,” kata Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan dampak El Nino, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan pokok strategis.

Prediksi terjadinya El Nino, kata dia, telah muncul sejak beberapa bulan lalu sehingga pemerintah melakukan mitigasi, salah satunya dengan memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP).

Amran mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi potensi fenomena tersebut. Menurut dia, capaian swasembada pangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu modal penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Ini (prediksinya) ada El Nino Godzilla, bulan empat, ternyata (malah) banjir. Alhamdulillah tidak jadi, tetapi bisa membuat petani takut tanam,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras yang tersedia di Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton per 20 Juli 2026.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Berpengalaman Hadapi El Nino Godzilla, Terparah di Tahun 2015

Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat sebanyak 7,35 ribu ton per akhir Juni 2026. Adapun CPPD tingkat kabupaten/kota mencapai 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Selain beras, stok CPP dalam bentuk jagung pakan per 20 Juli 2026 tercatat sebanyak 176 ribu ton. Stok tersebut terus disalurkan kepada peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.

Selanjutnya, stok CPP minyak goreng tercatat sekitar 1.000 kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. Sementara itu, CPP gula konsumsi mencapai sekitar 2,79 ribu ton yang juga tersedia di Bulog dan ID Food. Adapun CPP daging ayam tercatat sebanyak 38 ton di ID Food.

Untuk komoditas yang mudah rusak atau membusuk (perishable), seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi pangan dalam negeri.

Menurut Amran, kondisi tersebut didukung oleh surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi yang relatif tinggi sepanjang tahun.

Ia mengatakan berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) masih menunjukkan kondisi yang cukup baik. Hingga minggu ketiga Juli 2026, hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan IPH, sedangkan 34 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Baca Juga  Update Harga Emas Pegadaian Senin Pagi: UBS Rp3,06 Juta, Galeri24 Rp3,04 Juta per Gram

Kondisi serupa juga terlihat pada tingkat kabupaten/kota. Hingga minggu ketiga Juli, sebanyak 69 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan IPH, sementara 283 kabupaten/kota mengalami penurunan.

Amran juga mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dibandingkan target empat tahun yang ditetapkan Presiden Prabowo. Capaian tersebut mencakup swasembada beras dan jagung.

“Kita bisa wujudkan mimpi kita, gagasan besar Bapak Presiden. Sekarang sudah swasembada beras. Swasembada pangan juga sudah,” katanya.

Lebih lanjut, Amran menyebut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dalam laporan terbarunya memproyeksikan produksi beras Indonesia akan terus meningkat pada 2026.

“Ini FAO, dunia mengakui kita. Tadi aku lihat Malaysia itu ribut sekarang, kesulitan beras. Dia impor kalau tidak salah, 40 apa 60 persen. Tapi Indonesia, kita nomor dua tertinggi dunia sekarang. Baru diumumkan, FAO mengumumkan tahun 2026 Indonesia bisa mencapai produksi (beras) 38 juta ton,” ujar Amran. (rdr/ant)