JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sebanyak 25 pekerja yang terjebak di dalam terowongan akibat ledakan di Distrik Namchi, Negara Bagian Sikkim, India, ditemukan meninggal dunia setelah operasi pencarian dan penyelamatan selama empat hari, kata pihak berwenang, Kamis (23/7).
Para korban terjebak sejak Senin (20/7) di terowongan yang masih dibangun untuk proyek pembangkit listrik tenaga air.
Perusahaan listrik milik negara, National Hydroelectric Power Corporation (NHPC), menyatakan ledakan dipicu semburan mendadak yang diduga berasal dari gas metana di dalam bebatuan. Ledakan itu menghasilkan kepulan asap pekat dan gas beracun yang memerangkap para pekerja.
Dari total korban, sebanyak 19 orang merupakan pekerja Patel Engineering Limited.
Pihak berwenang menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan resmi berakhir pada Kamis setelah melibatkan berbagai lembaga penyelamat.
“Secara tragis, seluruh 25 orang tersebut meninggal dunia, dan jenazah mereka berhasil dievakuasi selama operasi berlangsung,” demikian pernyataan pihak berwenang.
Berdasarkan temuan awal, ledakan diduga dipicu kebocoran gas yang mudah terbakar. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan mendalam oleh tim ahli. (rdr/ant/anadolu)









