JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – TNI Angkatan Darat (AD) membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadisenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan tim tersebut akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui kronologi dan penyebab pasti insiden.
“Kami membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut,” kata Donny dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan laporan awal, ledakan terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.
“Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan,” ujarnya.
Namun, Donny mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan maupun jenis munisi yang memicu insiden tersebut karena masih menunggu hasil investigasi.
Akibat kejadian itu, satu prajurit meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
“Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang,” katanya.
Donny mengatakan TNI AD kini menunggu hasil kerja tim investigasi yang telah diterjunkan ke lokasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden hingga proses penyelidikan selesai.
“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” ujarnya. (rdr/ant)









