PADANG

Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

×

Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Lokasi ledakan di MAN 3 Padang digaris polisi. (Foto: Antara)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme karena penyebab kejadian tersebut masih harus ditelusuri secara menyeluruh.

“Peristiwa seperti yang terjadi di MAN 3 Padang harus ditelusuri secara utuh. Jangan terburu-buru menyimpulkan apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi,” ujar Wamenag Romo Muhammad Syafi’i dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pengalaman dari sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan bahwa dugaan awal tidak selalu sejalan dengan hasil penyelidikan.

Ia mencontohkan peristiwa ledakan di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme, tetapi setelah didalami ternyata dipicu persoalan psikologis pelaku.

Karena itu, Wamenag meminta seluruh pihak menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan dugaan maupun informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga  Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Polisi Fokus Usut Motif dan Asal Bahan Peledak

Di sisi lain, Romo Syafi’i menilai peristiwa tersebut juga harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap anak, termasuk melalui upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.

Menurut dia, penanganan perundungan telah menjadi perhatian serius pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Perundungan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

“Penanganan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu pemerintah membangun sinergi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) agar setiap anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan perundungan,” kata Wamenag.

Baca Juga  Pengelolaan Sampah di Kota Padang Berhasil, Ini Ternyata Caranya

Ia menjelaskan Satgas dan Gernas RANA difokuskan untuk mewujudkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak, baik di lingkungan rumah, satuan pendidikan, ruang publik, maupun ruang digital.

Wamenag menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik. Selain penegakan aturan, pencegahan perundungan juga memerlukan penguatan pendidikan karakter, kepedulian orang tua, guru, dan masyarakat, serta layanan pendampingan bagi anak.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa dalam mempersiapkan masa depannya,” ujar Romo Muhammad Syafi’i. (rdr/ant)