JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kehadiran Wuling Aira EV dengan harga mulai Rp155 juta memunculkan pertanyaan di pasar otomotif. Pasalnya, mobil listrik terbaru Wuling Motors Indonesia itu dipasarkan jauh lebih murah dibandingkan Air EV yang selama ini menjadi model termurah perusahaan.
Saat ini, Wuling Air EV Lite dibanderol mulai Rp214 juta. Sementara itu, Aira EV hadir dengan dua pilihan varian, yakni Standard Range seharga Rp155 juta dan Long Range Rp175 juta.
Perbedaan harga tersebut sempat memunculkan kekhawatiran Aira EV akan mengambil pasar Air EV. Keduanya sama-sama bermain di segmen mobil listrik perkotaan dengan desain ringkas dan jarak tempuh yang tidak jauh berbeda.
Namun, Wuling menegaskan kedua model tersebut memiliki karakter dan target konsumen yang berbeda.
Marketing Operations Wuling Motors Indonesia Ricky Christian mengatakan Air EV diposisikan sebagai mobil listrik dengan fitur lebih lengkap dan material yang lebih berkualitas, sedangkan Aira EV mengutamakan aspek esensial dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami melihat Air EV dan Aira EV ini punya keunikannya sendiri-sendiri. Air EV menawarkan fitur yang lebih lengkap dan tambahan material yang lebih berkualitas,” ujar Ricky di Tangerang, Rabu (29/7/2026).
“Sedangkan Aira EV lebih mengutamakan produk yang lebih esensial. Dari eksterior, misalnya, lampu LED dibuat lebih sederhana dan material interior menggunakan fabric seat,” lanjutnya.
Air EV Diposisikan Lebih Premium
Wuling menilai Air EV tetap memiliki daya tarik melalui kelengkapan fitur dan kualitas kabin yang lebih baik. Model tersebut menyasar konsumen yang menginginkan kenyamanan dan fitur lebih lengkap untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, Aira EV ditujukan bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik perkotaan dengan harga lebih terjangkau tanpa mengurangi fungsi utama sebagai kendaraan ramah lingkungan.
Dengan strategi tersebut, Wuling memposisikan kedua model untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda meski berada dalam segmen kendaraan listrik kompak.
Baterai Lokal Tekan Biaya Produksi
Selain penyederhanaan fitur, Wuling menyebut penggunaan baterai yang dirakit secara lokal menjadi salah satu faktor yang membuat harga Aira EV lebih kompetitif.
“Jadi harganya lebih terjangkau untuk Aira EV. Tidak hanya itu, baterainya juga sudah dirakit lokal dan itu membantu kami menekan biaya produksi,” kata Ricky.
Sebagai perbandingan, Wuling Air EV saat ini dipasarkan mulai Rp214 juta untuk varian Lite 200. Sementara varian Long Range dan Lite 300 dibanderol mulai Rp251 juta hingga sekitar Rp307,5 juta.
Di sisi lain, Wuling Aira EV Standard Range dibanderol Rp155 juta dengan klaim jarak tempuh sekitar 205 kilometer. Adapun varian Long Range seharga Rp175 juta diklaim mampu menempuh jarak hingga 301 kilometer dalam sekali pengisian daya. (rdr/kmps)












