BERITA

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7,7 NTT, Potensi Maksimum M7,9

×

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7,7 NTT, Potensi Maksimum M7,9

Sebarkan artikel ini
Peta lokasi gempa NTT. (Info BMKG)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), dipicu aktivitas sesar naik pada busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut merupakan pelepasan energi besar pada sistem sesar naik busur belakang Flores. Wilayah itu memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 7,8 hingga 7,9.

“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7,8 hingga M7,9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada 1992 dengan kekuatan M7,5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami,” ujar Wijayanto kepada pers.

Menurut dia, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan setelah gempa utama. Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mendeteksi 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga  Khawatir Gempa Susulan, RS Ibnu Sina di Pasbar Rawat Pasien di Tenda Darurat

Wijayanto menegaskan bahwa meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri, pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan tetap dilakukan. BMKG juga memonitor perubahan tinggi muka air laut melalui sejumlah stasiun pemantauan untuk memastikan kondisi wilayah pesisir tetap terpantau.

Laporan Awal Kerusakan

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang dan koordinasi dengan BPBD setempat menunjukkan adanya dampak kerusakan akibat guncangan gempa.

Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo.

BMKG telah menerjunkan tim ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara lebih menyeluruh.

Sementara itu, BNPB menyatakan prioritas penanganan saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah timbulnya korban tambahan akibat gempa, gempa susulan, maupun bahaya ikutan lainnya.

Baca Juga  Windows 11 Hadir, Ini Cara Download Gratisnya!

BNPB juga terus melakukan pemantauan dan mengintegrasikan informasi bersama BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur terkait untuk memperoleh gambaran dampak gempa yang terverifikasi.

Meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri, BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Masyarakat juga diminta untuk sementara menjauhi pantai dan mengikuti informasi resmi apabila terdapat perkembangan lebih lanjut. Warga diimbau tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa karena masih berpotensi membahayakan apabila terjadi gempa susulan.

“BMKG terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan kondisi tinggi muka air laut secara real-time. Masyarakat diminta memperoleh informasi dari kanal resmi BMKG serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Teguh Rahayu. (rdr)