PADANG, RADARSUMBAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Sumatera berpotensi diguyur hujan ringan pada Selasa (29/9/2026). Kota Padang termasuk daerah yang berpeluang mengalami hujan ringan.
Prakiraan tersebut disampaikan BMKG dalam informasi cuaca Indonesia untuk Selasa, 29 September 2026. Selain Padang, hujan ringan juga berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, dan Bandar Lampung.
Sementara itu, kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
Untuk wilayah Sumatera bagian barat, BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara agar mewaspadai keberadaan awan hujan atau cumulonimbus. Potensi awan tersebut juga perlu diwaspadai di Samudera Hindia bagian barat Indonesia, sebagian Papua, dan Papua Tengah.
Waspadai Gelombang 4 Meter
Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, BMKG memprakirakan angin di wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.
Gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan. Di antaranya Samudera Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta bagian selatan Nusa Tenggara Barat.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Aktivitas di wilayah perairan diimbau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan gelombang.
Selain gelombang tinggi, masyarakat pesisir juga diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.
Potensi banjir rob diperkirakan dapat terjadi di pesisir Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
Kering Masih Mendominasi
BMKG mengingatkan bahwa meskipun kondisi kering masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, hujan lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal.
Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak kondisi kering, termasuk risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan perkembangan cuaca.
Informasi terbaru mengenai cuaca, penerbangan, dan kondisi perairan dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (rdr)












