PADANG PARIAMAN

70 Persen Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Sudah Pulih

×

70 Persen Sawah Terdampak Bencana di Padang Pariaman Sudah Pulih

Sebarkan artikel ini
Dua orang petani di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar sedang berupaya mengeluarkan mesin bajaknya yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang yang terjadi pada November 2025. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Dinas Pertanian Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan progres rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman telah mencapai 70 persen.

“Sekitar 70 persen sudah selesai, dan kami optimistis sisa 30 persen dapat dirampungkan dalam waktu satu bulan sesuai target Kementerian Pertanian saat kunjungan pertengahan April,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Afniwirman, di Padang, Rabu.

Ia menegaskan, pihaknya terus mendorong percepatan rehabilitasi, terutama untuk lahan dengan kategori rusak ringan dan sedang, dengan melibatkan pejabat pembuat komitmen (PPK) di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Minta OPD Mulai Kegiatan di Awal Tahun

Untuk memastikan progres berjalan sesuai target, pemerintah provinsi bahkan menugaskan dua staf untuk siaga di lokasi sejak 15 April guna memantau langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.

Meski demikian, Afniwirman menjelaskan bahwa target 100 persen rehabilitasi tidak serta-merta berarti seluruh lahan dapat langsung ditanami padi.

Kendala utama saat ini adalah kerusakan jaringan irigasi yang menyebabkan pasokan air belum optimal, sehingga memengaruhi sekitar 23 hektare lahan di kawasan tersebut.

“Dalam waktu dekat, tidak semua lahan yang telah direhabilitasi bisa ditanami padi karena keterbatasan air,” ujarnya.

Baca Juga  Jalan Raya Lubuk Aluang Macet, Pengendara Diharap Berhati-Hati

Dari total 23 hektare lahan, hanya sekitar 50 persen yang dapat kembali difungsikan secara optimal untuk budidaya padi.

Pemerintah daerah pun mendorong petani untuk tetap memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam komoditas alternatif seperti jagung dan kacang-kacangan.

“Setidaknya lahan tersebut tetap bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat, meskipun tidak seluruhnya ditanami padi,” kata dia. (rdr/ant)