PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menuntaskan penyaluran bantuan kepada 570 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025, sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat.
Bupati John Kenedy Azis menyampaikan penyaluran bantuan telah rampung pada Jumat (10/4).
“Sebanyak 570 UMKM terdampak telah menerima bantuan. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya di Parik Malintang, Minggu.
Ia menjelaskan bantuan tersebut tidak hanya bersumber dari pemerintah daerah, tetapi juga dari donatur, termasuk anggota Komisi VII DPR RI beserta mitra kerja serta organisasi Seruni Kabinet Merah Putih.
Bantuan yang diberikan berupa peralatan usaha seperti kompor dan tabung gas, blender, perlengkapan memasak, hingga bibit ternak. Seluruh bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Bupati mengimbau para penerima untuk memanfaatkan bantuan secara optimal agar usaha mereka dapat segera kembali berjalan.
“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya agar usaha kembali bangkit dan produktif,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Padang Pariaman Hendri Satria menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan dalam empat tahap, yakni masing-masing untuk 100, 250, 100, dan 120 pelaku UMKM.
Ia menyebutkan, awalnya terdapat 605 pelaku UMKM yang dilaporkan terdampak bencana. Namun, setelah melalui proses pendataan, verifikasi lapangan, dan asesmen kebutuhan, ditetapkan 570 UMKM yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pelaku usaha,” ujarnya. (rdr/ant)










