MAKKAH, RADARSUMBAR.COM – Menjelang puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji risiko tinggi (risti) Embarkasi Padang di Kota Makkah diperketat.
Tim dokter spesialis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah turun langsung ke hotel-hotel jemaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan kondisi para jemaah tetap stabil menjelang puncak haji.
Visitasi dilakukan langsung ke kamar jemaah guna memantau kondisi kesehatan, kebutuhan obat-obatan, hingga memberikan edukasi terkait pola aktivitas selama berada di Tanah Suci.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan jemput bola bagi jemaah lanjut usia dan risiko tinggi yang membutuhkan pengawasan intensif.
Dokter spesialis yang terlibat dalam pemeriksaan antara lain dr. Risma Sp.KJ, dr. Agus Sulistiawati Sp.N, dan dr. Ika Sp.KJ bersama tim kesehatan KKHI Makkah. Kegiatan itu turut dipantau Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah sekaligus Kepala KKHI Makkah, dr. Edi Supriyatna.
Petugas Kesehatan Haji Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, mengatakan sebagian jemaah risiko tinggi memiliki penyakit penyerta dan keterbatasan aktivitas sehingga memerlukan pemantauan rutin.
“Pelayanan dilakukan langsung melalui visitasi ke hotel tempat jemaah menginap agar pemantauan kesehatan berjalan maksimal,” kata Maulidya, Minggu.
Menurutnya, cuaca ekstrem di Makkah dengan suhu yang terus meningkat berpotensi memicu kelelahan dan dehidrasi jika kondisi jemaah tidak dijaga dengan baik.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga mengedukasi jemaah terkait pengaturan aktivitas, konsumsi cairan, pola istirahat, serta penggunaan obat rutin selama menjalankan ibadah haji.
“Jemaah diimbau mulai menghemat tenaga jelang Armuzna dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan sebelum puncak haji,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh jemaah Embarkasi Padang asal Sumatera Barat dan Bengkulu kini telah berada di Kota Makkah.
Menurut Rifki, pengawasan kesehatan menjadi perhatian serius karena kepadatan jemaah dari berbagai negara mulai meningkat menjelang Armuzna.
“Tim kesehatan kloter bersama KKHI terus melakukan pengawasan langsung ke hotel-hotel jemaah. Ini langkah nyata untuk memastikan jemaah, terutama lansia dan risiko tinggi, tetap sehat menghadapi puncak haji,” kata Rifki.
Ia mengimbau jemaah untuk memprioritaskan ibadah wajib, menjaga stamina, memperbanyak istirahat, dan tidak memaksakan diri selama berada di Tanah Suci. (rdr)












