EKONOMI

IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Level Terendah, Ini Respons Menkeu Purbaya

×

IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Level Terendah, Ini Respons Menkeu Purbaya

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut mirip kondisi krisis 1998.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menanggapi sentimen pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi preopening IHSG tercatat turun 94,344 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,976. Menurut Purbaya, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis 1997–1998 karena Indonesia belum mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi masih tetap berjalan.

“Ini kan banyak sentimen (IHSG melemah), kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 1997–1998 lagi. Beda, 1997–1998 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 1997 pertengahan itu kita sudah resesi,” kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Baca Juga  Fundamental Ekonomi Kuat, Pemerintah Yakin Rupiah Tetap Terkendali

Ia menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat sehingga pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan.

“Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya,” ujarnya.

Purbaya juga meminta investor pasar modal untuk tidak panik menghadapi pelemahan IHSG.

“Kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekarang. Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada 1998 rupiah sempat anjlok hingga sekitar Rp 17.000 per dolar AS. Namun pada masa kepemimpinan Presiden ke-3 RI BJ Habibie, rupiah perlahan menguat kembali ke kisaran Rp 6.500 per dolar AS dalam sekitar 17 bulan.

Baca Juga  Andre Rosiade: UMKM Fondasi Ekonomi yang Mampu Hadapi Krisis

Berdasarkan data Reuters, Senin (18/5/2026), rupiah berada di level Rp 17.645 per dolar AS dan melemah 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Posisi tersebut juga menjadi level terlemah rupiah secara intraday di pasar spot atau mencetak all time low baru.

Secara year to date (YTD), sejak awal 2026 rupiah telah melemah 5,99 persen terhadap dolar AS. Sementara sejak Oktober 2024, rupiah terdepresiasi sekitar 12 persen dari kisaran Rp 15.400 menjadi sekitar Rp 17.600 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot juga melemah 77 poin ke posisi Rp 17.674 per dolar AS pada pukul 12.17 WIB dalam perdagangan Senin siang. (rdr/kmps)