JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar di Indonesia pada Minggu.
Dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi BMKG, prakirawan Miftah Ali mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah, seperti Bengkulu, perairan barat Lampung hingga barat daya Banten, Laut Halmahera, Teluk Cendrawasih hingga Papua Barat, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Kondisi serupa juga terpantau di wilayah perairan utara Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Laut Banda.
Menurut BMKG, kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui daerah konvergensi dan konfluensi.
Sejumlah kota besar diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang, antara lain Bengkulu, Bandung, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Mamuju, Manado, Nabire, dan Jayawijaya.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Medan, Pekanbaru, Tanjungpinang, Padang, Jambi, Palembang, Jakarta, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke.
Adapun wilayah yang diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan yakni Banda Aceh, Pangkalpinang, Denpasar, Mataram, dan Kupang.
Sebelumnya, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 23–26 Mei 2026. Gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, khususnya nelayan yang menggunakan perahu kecil.
“Gelombang dapat mencapai ketinggian 1,5 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi pada 23 hingga 26 Mei 2026,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra.
BMKG menyebut pola angin di wilayah perairan pantai timur Sumatera Utara umumnya bergerak dari barat hingga utara dengan kecepatan berkisar 2–15 knot. (rdr/ant)












