AGAM

BNPB dan PNM Bangkitkan Ekonomi Penyintas Agam Lewat Ikan Asap Danau Maninjau

×

BNPB dan PNM Bangkitkan Ekonomi Penyintas Agam Lewat Ikan Asap Danau Maninjau

Sebarkan artikel ini
Pendampingan Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), bagi penyintas yang menetap di hunian sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang dilakukan pada Rabu (12/8). (dok. BNPB)
Pendampingan Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), bagi penyintas yang menetap di hunian sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang dilakukan pada Rabu (12/8). (dok. BNPB)

AGAM, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mengakselerasi langkah-langkah percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi basah yang terjadi pada November 2026 yang lalu di wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Salah satunya dengan Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, bagi penyintas yang menetap di hunian sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, yang dilakukan pada Rabu (12/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, perwakilan PNM, perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam dan kelompok masyarakat penyintas yang kini tengah bertransformasi menjadi pelaku usaha.

Kegiatan ini merupakan pertemuan keempat, yang berisi pelatihan guna memperkuat kemampuan para penyintas dalam mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki kualitas sesuai dengan standar yang diinginkan.

Baca Juga  BNPB Sebut 8.000 lebih Warga Padang Terdampak Banjir, 2.947 Orang Mengungsi

Produk yang dipilih merupakan olahan ikan asap dari ikan segar menjadi ikan yang memiliki kualitas yang tahan lama. Pemilihan produk ikan asap bukan tanpa alasan. Danau Maninjau yang kaya akan hasil perikanan, baik tangkap alami maupun budidaya, menjadi modal utama.

Dengan diolah menjadi ikan asap, nilai jual ikan meningkat, daya simpannya lebih lama, dan peluang pasarnya pun semakin terbuka lebar. Pendampingan yang diberikan bersifat komprehensif. Para penyintas dibekali keterampilan penuh, mulai dari proses produksi dari nol hingga produk siap jual.

Materi yang disampaikan mencakup peningkatan mutu dan standar produk, penguatan teknik pengolahan, hingga strategi memperluas jaringan pemasaran agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Untuk Dapatkan Gambar Visual, Dua Kamera Jebak Dipasang di Lokasi Ternak Warga yang Dimangsa Harimau di Agam

Sejumlah peralatan pendukung turut diberikan kepada para penyintas yang terlibat dalam pengolahan ikan asap ini, yaitu berupa alat oven ikan asap beserta perlengkapan lainnya. Kolaborasi antara BNPB, PNM dan juga Pemerintah Kabupaten Agam ini menjadi cermin komitmen bersama untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana.

Tujuannya mempercepat pemulihan, membangkitkan kembali roda perekonomian, dan menumbuhkan kemandirian masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan para penyintas di Huntara Linggai dapat segera bangkit, memulai usaha, dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik dan berdaya. (rdr)