PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (20/7/2026) masih dipengaruhi dinamika atmosfer meskipun sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau.
BMKG menjelaskan, daerah pelambatan angin (konvergensi) diprediksi terbentuk di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian besar Sulawesi, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) diperkirakan terjadi di Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Melaka, Laut Cina Selatan, Laut Filipina, serta Samudera Pasifik utara Papua.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Utara.
Adapun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di beberapa wilayah lainnya. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, hujan sedang diprakirakan terjadi di Medan.
Sementara hujan ringan berpotensi mengguyur Padang, Jambi, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
Cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Bandar Lampung dan Samarinda.
Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Palu, Manado, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Sementara cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan menyelimuti Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, dan Nabire.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. (rdr)












