AGAM

Jelang Idul Adha, Ribuan Hewan Kurban di Agam Diperiksa Dokter Hewan

×

Jelang Idul Adha, Ribuan Hewan Kurban di Agam Diperiksa Dokter Hewan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hewan kurban. (net)
Ilustrasi hewan kurban. (net)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menurunkan petugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah guna memastikan kelayakan sapi dan kambing yang akan disembelih.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, mengatakan pemeriksaan dilakukan sekitar satu minggu sebelum Idul Adha.

“Kita menurunkan petugas untuk memeriksa hewan kurban satu minggu menjelang Idul Adha,” kata Arief Restu di Lubuk Basung, Minggu.

Ia menjelaskan, petugas yang diterjunkan terdiri atas dokter hewan dan paramedis veteriner. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan serta kelayakannya sebagai hewan kurban.

Selain kesehatan, pemeriksaan juga mencakup usia hewan, kondisi fisik, hingga kemungkinan cacat atau penyakit tertentu sesuai syarat hewan kurban.

Baca Juga  Januari-Juni 2024, Produksi Bibit Ikan di Agam Capai 53,8 Juta Ekor

“Pemeriksaan rutin ini dilakukan setiap Idul Adha agar sapi dan kambing yang dipotong memenuhi syarat kurban,” ujarnya.

Tak hanya sebelum penyembelihan, tim juga akan melakukan pemeriksaan setelah hewan dipotong di masjid atau lokasi penyembelihan.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan hewan tidak mengidap penyakit menular maupun parasit berbahaya, seperti cacing pita, jembrana, penyakit mulut dan kuku (PMK), serta penyakit kulit berbenjol.

Menurut Arief, pemeriksaan pascapemotongan penting dilakukan untuk menjamin keamanan konsumsi daging kurban oleh masyarakat.

“Tidak menutup kemungkinan secara penampilan sebelum dipotong kondisinya baik, tetapi setelah dipotong ternyata ada organ tubuh yang mengandung cacing. Jika ditemukan, maka organ tersebut tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Agam Alokasikan Rp33,16 Miliar Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Ia memperkirakan jumlah hewan kurban yang dipotong di Kabupaten Agam pada Idul Adha 1447 Hijriah mencapai sekitar 5.700 ekor.

“Ini masih prediksi. Kemampuan masyarakat untuk berkurban cukup tinggi dan bencana yang melanda daerah ini pada akhir 2025 tidak mengurangi makna berkurban bagi umat,” ujarnya.

Saat ini, hewan kurban mulai berdatangan ke pasar ternak di Kabupaten Agam. Hewan tersebut berasal dari Agam, daerah tetangga di Sumatera Barat, hingga Provinsi Lampung. (rdr/ant)