JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Banyak orang mengira tubuh selalu memberi sinyal haus saat membutuhkan cairan. Padahal, dalam beberapa kondisi, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan tanpa disertai rasa haus yang jelas.
Dalam aktivitas sehari-hari, tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan pernapasan, bahkan saat hanya duduk bekerja atau berada di ruangan ber-AC. Karena gejalanya muncul perlahan, kondisi ini sering tidak disadari.
Tubuh biasanya mulai terasa lebih lelah, sulit fokus, atau mulut terasa kering. Meski tampak sepele, kekurangan cairan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi konsentrasi, energi, hingga fungsi tubuh sehari-hari.
Kondisi yang Membuat Tubuh Kekurangan Cairan
1. Terlalu Lama Berada di Ruangan Ber-AC
Udara dingin dari AC dapat membuat tubuh kehilangan cairan secara perlahan sehingga rasa haus sering tidak terasa jelas. Padahal, cairan tetap keluar melalui pernapasan dan urine selama beraktivitas di dalam ruangan.
2. Terlalu Fokus Bekerja atau Beraktivitas
Saat sibuk bekerja, belajar, atau berkendara, banyak orang tanpa sadar menunda minum dalam waktu lama. Aktivitas padat membuat perhatian lebih tertuju pada pekerjaan dibanding kebutuhan cairan tubuh.
Akibatnya, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan meski rasa haus belum muncul. Cairan tetap hilang melalui pernapasan, keringat, dan urine selama aktivitas berlangsung.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis atau Berkafein
Minuman manis dan berkafein memang dapat menambah asupan cairan tubuh. Namun, kandungan gula yang tinggi membuat minuman tersebut tidak seefektif air putih dalam menjaga hidrasi.
Saat terlalu banyak mengonsumsi minuman tinggi gula, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membantu memproses dan membuang kelebihan gula melalui urine. Sementara itu, minuman berkafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Karena itu, meski sering minum kopi atau minuman manis, tubuh tetap berisiko mengalami kekurangan cairan jika asupan air putih tidak mencukupi.
Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan
1. Kulit dan Bibir Terasa Kering
Saat tubuh kekurangan cairan, kelembapan kulit ikut menurun. Bibir pecah-pecah dan kulit terasa lebih kering menjadi tanda yang cukup umum, terutama bagi orang yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC.
2. Warna Urine Lebih Pekat
Warna urine dapat menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Urine yang lebih gelap biasanya menunjukkan tubuh membutuhkan lebih banyak cairan karena konsentrasi zat sisa meningkat.
Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menandakan kebutuhan cairan tubuh masih tercukupi dengan baik.
Penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2020 menunjukkan warna urine memiliki hubungan kuat dengan status hidrasi tubuh. Saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi zat sisa dalam urine meningkat sehingga warnanya menjadi lebih gelap.
3. Mudah Lelah dan Sulit Fokus
Kurang cairan dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi otak sehingga tubuh terasa lebih lemas dan sulit berkonsentrasi.
Penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2021 menyebut dehidrasi dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan fokus seseorang.
4. Sakit Kepala Ringan
Dehidrasi ringan juga dapat memicu sakit kepala karena keseimbangan cairan tubuh mulai terganggu. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah dan pasokan oksigen ke otak ikut terpengaruh sehingga kepala terasa berat dan tubuh terasa kurang segar.
Penelitian dalam jurnal Nutrients menyebut kekurangan cairan dapat memengaruhi suasana hati, fokus, dan performa mental sehari-hari, bahkan pada kondisi dehidrasi ringan.
Minum Air Sebaiknya Teratur, Bukan Sekaligus Banyak
Kebutuhan cairan tubuh sebaiknya dipenuhi sedikit demi sedikit sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Cara ini membantu tubuh tetap terhidrasi dan lebih nyaman saat beraktivitas.
Minum terlalu banyak sekaligus dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan cairan melalui urine. Pada beberapa kondisi, hal tersebut juga dapat menyebabkan tubuh terasa begah dan lebih sering buang air kecil.
Salah satu tanda hidrasi yang mudah diperhatikan adalah warna urine. Jika warnanya mulai lebih pekat, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak cairan. Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menandakan asupan cairan masih cukup baik. (rdr/dtk)






