JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan dan panti asuhan yang terdampak banjir di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, dengan menyalurkan air bersih untuk mendukung proses pembersihan.
Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatra Barat, Kementerian PU mengerahkan dua mobil tangki air bersih untuk membantu membersihkan ruang kelas, asrama, dan perkantoran panti asuhan serta SMA Puti Bungsu yang terdampak banjir pada 3 Agustus 2026.
Banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter menyebabkan sejumlah fasilitas terendam dan dipenuhi lumpur. Kondisi tersebut membuat fasilitas harus dibersihkan sebelum dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar dan aktivitas penghuni panti.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan dukungan Kementerian PU dalam penanganan pascabencana ditujukan untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dan memperoleh layanan dasar.
“Kementerian PU akan terus membantu pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mendapatkan pelayanan dasar dengan baik,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Kepala BPBPK Sumatra Barat Maria Doeni Isa mengatakan pengerahan bantuan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami berkoordinasi dengan BPBD Kota Padang untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan air bersih. Setelah mendapatkan informasi lokasi prioritas, tim langsung bergerak memberikan dukungan,” ujar Maria.
Selain Kecamatan Koto Tangah, banjir juga melanda Kecamatan Kuranji dan Bungus Teluk Kabung. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan serta mendukung pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak.
Dukungan air bersih tersebut menjadi bagian dari penanganan pascabencana, khususnya untuk membantu membersihkan fasilitas yang dipenuhi lumpur akibat banjir.
Kementerian PU memastikan dukungan penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan guna mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak. (rdr)












