BERITA

Kemlu: Belum Ada Laporan WNI Terdampak Banjir dan Longsor China-Nepal

×

Kemlu: Belum Ada Laporan WNI Terdampak Banjir dan Longsor China-Nepal

Sebarkan artikel ini
Banjir dan longsor di Nepal. (REUTERS/Sujan Bagale)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Luar Negeri RI memastikan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan perbatasan China-Nepal.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI di Nepal dan Tibet melalui koordinasi dengan jejaring WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu.

“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Kamis.

KBRI Dhaka memberikan perhatian khusus kepada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.

Heni mengatakan KBRI Dhaka telah mengimbau seluruh agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal agar segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI yang mereka pandu, khususnya yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.

Baca Juga  Duh! Pedal Gas Nyangkut di Karpet, Mobil Mazda Baru Keluar Diler Ringsek Nabrak Bangunan

Saat ini tercatat 45 WNI menetap di Nepal, dengan sebagian besar berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

Menyusul bencana tersebut, KBRI Dhaka dan KBRI Beijing juga mengimbau seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau perkembangan melalui sumber informasi resmi.

“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” kata Heni.

Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi hotline KBRI Dhaka di +880 161-4444-552, sedangkan WNI di China dapat menghubungi hotline KBRI Beijing di +8618610455488.

Sementara itu, menurut laporan Kyodo, korban tewas akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-China mencapai 160 orang, dengan ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Baca Juga  Andre Rosiade Lolos jadi Calon Waketum PSSI

Otoritas Nepal mencatat 384 orang hilang, termasuk 290 wisatawan asing dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Banjir bandang terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, meluap. Derasnya aliran air menghancurkan sejumlah rumah dan bangunan, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.

Di sisi lain, Kantor Berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 orang hilang akibat longsor lumpur di Shigatse, wilayah otonom Tibet, China.

Sungai yang meluap tersebut mengalir dari China menuju Nepal. (rdr/ant)