JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 berlangsung lancar, aman, dan terkendali, dengan angka kecelakaan yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pratikno mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran dapat dikelola dengan baik berkat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam pengaturan lalu lintas.
“Arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, tetapi kasus kecelakaan justru menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan, sepanjang periode mudik jumlah kecelakaan tercatat turun sekitar 16 persen, dari 31 kejadian pada 2025 menjadi 26 kejadian pada 2026.
Menurut Pratikno, capaian tersebut menunjukkan pengelolaan arus mudik tidak hanya mampu mengakomodasi peningkatan mobilitas, tetapi juga semakin efektif dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Berdasarkan data pemantauan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan lebih dari 270.315 kendaraan, meningkat sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total, kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai sekitar 2,52 juta unit atau naik 0,9 persen.
Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 juga mencatat puncak pergerakan pemudik di berbagai moda transportasi terjadi pada H-3, dengan penyeberangan mencapai 403.883 penumpang, kereta api 401.238 penumpang, angkutan udara 311.836 penumpang, dan angkutan darat 232.016 penumpang.
Pratikno menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang didukung teknologi, seperti CCTV, intelligent transport system, serta analisis data.
Memasuki fase arus balik, tren pergerakan dinilai lebih positif. Puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan sekitar 256.338 kendaraan, turun 5,9 persen dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan distribusi arus lebih merata.
Sementara itu, total kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai sekitar 1,96 juta unit atau meningkat sekitar 6 persen.
Pratikno mengingatkan pentingnya menjaga pengelolaan arus balik agar tetap optimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda perjalanan kembali guna menghindari kepadatan.
“Kami mengajak masyarakat tidak menunggu puncak arus balik pada 28–29 Maret. Manfaatkan waktu lebih awal serta diskon tarif tol pada 26–27 Maret agar perjalanan lebih lancar,” ujarnya.
Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali. (rdr/ant)












