PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, terus mengembangkan delapan pasar satelit melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana guna memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai kawasan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan sejumlah pasar satelit yang belum berstatus SNI masih membutuhkan pembenahan, terutama pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem drainase, dan fasilitas penunjang lainnya.
“Pengembangan delapan pasar satelit ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah,” kata Fizlan di Padang, Minggu.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan IPAL, khususnya di Pasar Belimbing. Menurut dia, meskipun terjadi efisiensi anggaran, peningkatan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas.
“Kami sudah menganggarkan perbaikan IPAL, terutama di Pasar Belimbing. Meski ada efisiensi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Dinas Perdagangan Kota Padang juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait pemenuhan fasilitas IPAL di seluruh pasar satelit secara bertahap hingga 2028.
Selain pembenahan infrastruktur, pengembangan pasar satelit juga diarahkan pada penguatan potensi unggulan masing-masing pasar.
Saat ini, dua pasar satelit di Kota Padang, yakni Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi, telah berstatus SNI. Pada 2026, pemerintah daerah mulai menyiapkan Pasar Ulak Karang untuk memperoleh standar yang sama.
“Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami menyiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar,” kata Fizlan.
Ia menambahkan, pengembangan pasar juga dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing kawasan. Pasar Tanah Kongsi, misalnya, akan dikembangkan sebagai kawasan heritage dengan mengangkat potensi kuliner, kopi, dan produk nonbahan pokok melalui kolaborasi dengan kecamatan serta tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, penataan Pasar Banda Buek juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Berbagai fasilitas pendukung akan diperbaiki terlebih dahulu sebelum pedagang ditata ke lantai atas agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman dan tertib.
Melalui berbagai pembenahan tersebut, Pemkot Padang berharap pasar satelit dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang bersih, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di setiap wilayah. (rdr/ant)












