KESEHATAN

Wamenkes Pastikan 23 Kasus Hantavirus di Indonesia Varian Ringan

×

Wamenkes Pastikan 23 Kasus Hantavirus di Indonesia Varian Ringan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hantavirus. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, memastikan 23 kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejak 2023 merupakan varian ringan dan tidak memiliki tingkat fatalitas tinggi seperti kasus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.

Dante menjelaskan, terdapat dua varian Hantavirus yang dikenal di dunia. Namun, Indonesia sejauh ini hanya mendeteksi jenis Hanta Fever Renal Syndrome dengan tingkat kematian sekitar 15 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan varian Pulmonary Syndrome yang memiliki tingkat fatalitas mencapai 60 hingga 80 persen.

“Di Indonesia sudah ketemu 23 kasus dari tahun 2023, tapi semuanya adalah Hanta Fever Renal Syndrome yang ringan. Kalau Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar itu, di Indonesia belum masuk,” kata Dante di Gedung Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Selasa.

Baca Juga  Trimester Tiga Kehamilan, Kenali Perubahan pada Ibu Hamil dan Janin

Ia menjelaskan pola penularan Hantavirus mirip dengan leptospirosis, yakni melalui hewan pengerat seperti tikus, terutama di lingkungan pascabanjir dengan kondisi sanitasi yang buruk.

Karena memiliki gejala serupa dengan leptospirosis, Kementerian Kesehatan kini mewajibkan pemeriksaan ganda bagi pasien yang dicurigai terinfeksi leptospirosis.

“Sekarang kita buat kebijakan, semua yang dicurigai leptospirosis harus juga diperiksa Hantanya,” ujarnya.

Meski demikian, Dante menegaskan kasus Hantavirus di Indonesia tidak berbahaya seperti pandemi COVID-19.

Ia juga enggan membeberkan detail lokasi penyebaran 23 kasus tersebut dengan alasan kerahasiaan data medis.

“Nggak, nggak berbahaya. Kasus ada di beberapa daerah, tapi karena ini data konfidensial, kita masih keep,” ucapnya.

Terkait kasus kematian di kapal pesiar MV Hondius yang sempat memicu kekhawatiran global akibat dugaan penularan antarmanusia, Dante menyebut World Health Organization hingga kini masih melakukan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga  Percepat Eliminasi TBC, Kemenkes Lakukan Penelusuran di Sumatera Utara

“Penularan dari manusia ke manusia, yang ada meninggal itu, masih belum dikonfirmasi oleh WHO. Angka kematian tiga yang ada di kapal pesiar itu masih diselidiki,” tutur Dante. (rdr/ant)