JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menyebut masih terdapat ratusan hingga ribuan triliun rupiah kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian dan perampasan aset negara.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu.
“Pada hari ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah berkomitmen mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara di mana pun berada. Menurut dia, penguasaan negara atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Prabowo mengatakan upaya penyelamatan kekayaan negara penting dilakukan agar rakyat Indonesia tidak terus hidup dalam kemiskinan akibat kekayaan nasional yang mengalir ke luar negeri.
“Kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Penjualan timah, penjualan emas, datanya ada, faktanya ada,” ujarnya.
Ia menilai perjuangan menyelamatkan kekayaan negara merupakan langkah penting demi menjaga masa depan bangsa dan generasi penerus.
Menurut Prabowo, masyarakat dapat melihat langsung praktik pengambilan kekayaan negara yang terjadi selama ini sehingga pemerintah harus bertindak menghentikannya.
“Rakyat Indonesia akan menentukan sikap dan mereka menyaksikan tiap hari kekayaan Indonesia dicuri dan diambil. Ini harus berhenti,” tegasnya.
Prabowo juga menyinggung keberadaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang disebut tidak disukai pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari pengelolaan kekayaan negara secara tidak sah.
Meski demikian, Presiden menilai hasil kerja Satgas PKH yang telah beberapa kali menyelamatkan keuangan negara baru sebagian kecil dari total aset negara yang perlu diamankan.
“Pertanyaannya nanti apakah bisa? Jawabannya bukan apakah bisa, tetapi harus bisa. Ini masalah survival 287 juta rakyat Indonesia,” kata Prabowo. (rdr/ant)












