SAWAHLUNTO

Rutan Sawahlunto Perkuat Keamanan lewat Pemeriksaan Rutin dan Razia Gabungan

×

Rutan Sawahlunto Perkuat Keamanan lewat Pemeriksaan Rutin dan Razia Gabungan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi lapas. (Foto: Ist)

SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat pengawasan keamanan melalui pemeriksaan internal setiap hari yang diperkuat dengan razia gabungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum (APH) terkait.

Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto Mustofa mengatakan pemeriksaan internal dilakukan petugas setiap hari untuk memantau kondisi hunian sekaligus mencegah pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

“Untuk razia gabungan bersama BNN Kota Sawahlunto, Polres Sawahlunto, TNI, dan instansi terkait telah kami laksanakan pada Selasa (22/9) lalu dengan menyisir kamar hunian dan sejumlah bagian rutan serta melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan,” kata Mustofa di Sawahlunto, Senin.

Baca Juga  Cegah Keracunan Terulang, Pemkab Agam Awasi Ketat 35 Dapur SPPG

Dari 73 penghuni Rutan Sawahlunto yang terdiri atas 51 narapidana dan 22 tahanan, sebanyak 15 orang dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Dalam pemeriksaan hunian tersebut, petugas juga tidak menemukan barang berbahaya maupun benda yang dilarang berada di dalam rutan.

Kepala BNN Kota Sawahlunto Didit Bagus Wicaksono mengatakan pemeriksaan serupa dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu sebagai upaya memperkuat dan memperluas pencegahan serta pemantauan penyalahgunaan narkoba.

Selain pemeriksaan dan razia, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada warga binaan.

Penguatan pengawasan keamanan tersebut berjalan beriringan dengan optimalisasi pembinaan warga binaan melalui kegiatan rohani dan pembinaan kemandirian.

Baca Juga  Untuk Edukasi, Kebun Buah Kandi Sawahlunto Beri Bibit Gratis Pengunjung Pelajar

Pembinaan kemandirian antara lain dilakukan melalui pembuatan mebel berupa meja dan kursi serta merangkai papan bunga. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. (rdr/ant)