BERITA

1.700 SPPG Siap Beroperasi, BGN Prioritaskan Papua hingga NTT

×

1.700 SPPG Siap Beroperasi, BGN Prioritaskan Papua hingga NTT

Sebarkan artikel ini
Fania Lingga, seorang single parent yang menggantungkan hidup dengan bekerja di SPPG. (dok. BKO RI)
Fania Lingga, seorang single parent yang menggantungkan hidup dengan bekerja di SPPG. (dok. BKO RI)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi siap beroperasi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Sudaryono di Jakarta, Kamis, pengoperasian SPPG tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan wilayah dengan angka stunting tinggi serta kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

“Dari hasil pemadanan data, ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap dan berada di daerah dengan stunting tinggi maupun sangat tinggi. Pengoperasiannya akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Ia meluruskan informasi yang menyebut pemerintah akan segera mengoperasikan 13.000 dapur MBG. Menurut dia, angka tersebut merupakan total data lokasi SPPG yang telah teridentifikasi, baik yang masih berupa titik rencana maupun yang sudah selesai dibangun.

Baca Juga  Presiden Prabowo: 35,4 Juta Rakyat Terima Makan Bergizi Gratis, Hampir 7 Kali Populasi Singapura

“Di data kami ada lebih dari 13.000 dapur dengan status yang berbeda-beda. Ada yang masih berupa titik rencana dan ada yang sudah selesai,” ujarnya.

Sudaryono menjelaskan BGN telah memadankan data dengan Kementerian Kesehatan serta kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan dan operasional SPPG.

Data tersebut kemudian disandingkan dengan lokasi dapur yang telah siap beroperasi sehingga pemerintah dapat menentukan wilayah prioritas secara lebih tepat.

Ia mengatakan BGN mulai mengumumkan secara bertahap daftar SPPG yang siap beroperasi pada pekan depan.

Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan daerah prioritas pembangunan SPPG baru, terutama di wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Nias di Sumatera Utara, serta sejumlah wilayah di Maluku dan Maluku Utara.

Baca Juga  Farhan Al Amin, Karateka Sumatra Barat Penyumbang Medali Perunggu di PON XXI

Menurut Sudaryono, wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki kebutuhan yang lebih besar terhadap peningkatan layanan pemenuhan gizi masyarakat. (rdr/ant)