BERITA

Program Makan Bergizi Gratis Buka Peluang Riset Kampus, Ini Kata BGN

×

Program Makan Bergizi Gratis Buka Peluang Riset Kampus, Ini Kata BGN

Sebarkan artikel ini
Sejumlah siswa SMPN 2 Pariaman, Sumbar terlihat menikmati makanan bergizi gratis. (ANTARA/Aadiaat M. S.)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak seluruh sivitas akademika di perguruan tinggi untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai “laboratorium hidup” guna mendorong pengembangan riset, kajian, serta pendidikan berkualitas.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyebut program MBG dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi dunia kampus lintas disiplin ilmu.

“MBG adalah laboratorium bagi kampus. Semua fakultas bisa terlibat dan mengambil peran sesuai bidangnya,” ujar Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Menurut dia, program MBG dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

“Masih banyak saudara kita yang belum bisa makan dengan baik. Ini yang menjadi semangat utama Program MBG,” katanya.

Melalui program tersebut, BGN juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan agar implementasi MBG berjalan lebih efektif.

Baca Juga  Keparat! 2 Kakek Bau Tanah di Kuningan Merudapaksa Bocah hingga 16 Kali

Salah satu bentuk kontribusi yang didorong adalah keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari bidang kesehatan dan gizi.

Selain itu, BGN juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Nanik mencontohkan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai pionir dalam pendirian SPPG. Fasilitas tersebut telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto bersama Kepala BGN, Dadan Hindayana pada 28 April 2026.

“Kami berharap Unhas memelopori kampus-kampus lain agar MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nanik.

Ia juga mengapresiasi kesiapan fasilitas dan sumber daya Unhas, termasuk laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung investigasi jika terjadi kejadian luar biasa terkait keamanan pangan.

Baca Juga  Dorong Gizi Anak dan Tekan Stunting, Anggota DPR RI Ade Rezki-BGN Sosialisasikan Program MBG di Agam

“Kami berharap laboratorium Unhas bisa membantu pengecekan jika terjadi kejadian menonjol terkait keamanan pangan,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi nasional sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program sektoral, melainkan agenda besar lintas disiplin di lingkungan kampus.

“Bagi Unhas, MBG bukan hanya program satu fakultas, melainkan seluruh fakultas harus terlibat,” katanya.

Ia menambahkan, MBG merupakan program strategis yang dapat dimanfaatkan kampus untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“MBG adalah program yang sangat besar dampaknya, sayang jika kampus hanya menjadi penonton,” ujar Jamaluddin. (rdr/ant)