EKONOMI

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.483 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

×

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.483 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi rupiah. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah tercatat melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.483 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Mengutip Xinhua, Iran disebut telah mengajukan draf proposal kepada Amerika Serikat untuk menghentikan konflik di semua lini, menjamin tidak ada lagi agresi terhadap Iran, serta meminta pencabutan sanksi dan blokade angkatan laut.

Baca Juga  Rupiah Perkasa di Awal Pekan, Dolar AS Turun ke Rp17.696

Proposal tersebut juga mencakup tuntutan agar sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran dicabut dalam waktu 30 hari serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Sebelumnya, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena dinilai mengandung tuntutan yang terlalu berat, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut respons Iran terhadap proposal damai tersebut “tidak dapat diterima”.

Dari sisi domestik, pelaku pasar menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia periode Maret 2026 yang akan diumumkan pada hari yang sama. Penjualan ritel diperkirakan naik menjadi 6,8 persen dari 6,5 persen pada Februari 2026.

Selain itu, pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diperkirakan memberikan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi 2023 Indonesia Capai 5,05 Persen di Tengah Tantangan Global

“Akan ada saham yang didepak dan beberapa saham kapitalisasi besar yang diturunkan peringkatnya,” kata Lukman.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS. (rdr/ant)