JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Pemerintah Indonesia mengutuk tindakan yang dinilai tidak manusiawi oleh Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 (GSF 2.0).
Pernyataan tersebut disampaikan Kemlu RI melalui akun resmi platform X pada Kamis.
“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan Israel. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tulis Kemlu RI.
Pemerintah Indonesia juga menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla beserta para relawan di dalamnya merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Kemlu menyebut pemerintah saat ini terus berupaya membebaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam insiden tersebut.
“Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap,” demikian pernyataan Kemlu.
Sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla, Kemlu RI bersama perwakilan Indonesia terkait disebut telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan perlindungan WNI.
Kemlu menegaskan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama dan Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” tulis Kemlu RI. (rdr/ant)










