JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan 695 unit hunian tetap (huntap) mandiri bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan skema huntap mandiri dipilih agar proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan pembangunan huntap secara komunal.
“Pilihan ini memungkinkan pembangunan huntap berjalan lebih cepat karena lahan relokasi telah tersedia, sehingga BNPB dapat segera melakukan pembangunan,” kata Abdul di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan skema huntap mandiri memungkinkan warga yang rumahnya rusak berat membangun kembali hunian di atas lahan milik sendiri (in situ).
Sementara itu, pada skema huntap komunal, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menyediakan lahan relokasi sebelum proses pembangunan dapat dilakukan oleh BNPB.
Berdasarkan data per 13 Juli 2026, target pembangunan 695 unit huntap mandiri tersebar di Padang Pariaman sebanyak 457 unit, Tanah Datar 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Agam 29 unit, Pasaman Barat 28 unit, Pesisir Selatan 15 unit, Kota Pariaman delapan unit, serta Pasaman dan Kota Padang Panjang masing-masing empat unit.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang mengusulkan tambahan pembangunan sebanyak 22 unit huntap mandiri.
Seluruh rumah akan dibangun dengan tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
Dalam pelaksanaannya, BNPB bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk menerapkan teknologi Sepablock, yakni material bata saling mengunci (interlocking) yang diklaim tahan gempa, ramah lingkungan, dan mempercepat proses pembangunan.
Menurut Abdul, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menerapkan prinsip build back better atau membangun kembali dengan lebih aman, lebih baik, dan berkelanjutan. (rdr/ant)












