EKONOMI

Enam Sektor Diprioritaskan Pemerintah untuk jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

×

Enam Sektor Diprioritaskan Pemerintah untuk jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Suahasil Nazara diwawancarai wartawan usai dilantik Presiden. (dok. BPMI Setpres-Kris)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara diwawancarai wartawan usai dilantik Presiden. (dok. BPMI Setpres-Kris)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah menyiapkan enam sektor prioritas sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki potensi permintaan domestik yang kuat dan diperkirakan terus tumbuh sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

“Seluruh enam sektor ini adalah sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Artinya apa? Permintaan domestiknya tidak akan pernah kurang,” kata Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum (ABF) di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kebutuhan terhadap infrastruktur digital, produk hasil hilirisasi sumber daya alam, energi baru, ketahanan pangan, hingga ketahanan energi akan terus berkembang.

Baca Juga  Tunjangan Guru Kini Cair Tiap Bulan, Pemerintah Kucurkan Rp18 Triliun

Kondisi tersebut menjadi salah satu landasan pemerintah dalam menetapkan sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, Suahasil menekankan pengembangan sektor prioritas perlu didukung sejumlah faktor pendukung atau enabler, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur dasar dan konektivitas, membangun institusi yang efektif, serta memastikan kepastian regulasi bagi pelaku ekonomi.

Stabilitas makroekonomi, akses pembiayaan, sektor keuangan yang kompetitif, serta stabilitas politik dan keamanan juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut.

Suahasil kemudian membandingkan aspirasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pengalaman Korea Selatan sebelum menjadi negara maju.

Menurut dia, pada periode tersebut pertumbuhan sektor manufaktur dan investasi Korea Selatan mampu berada di atas 10 persen, sementara pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai lebih dari 8 persen.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Lakukan Refocusing, Potensi Selamatkan Anggaran hingga Rp 130,2 T

Pengalaman tersebut, kata Suahasil, menjadi salah satu gambaran mengenai tingkat pertumbuhan yang ingin dikejar Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya serta memperkuat sektor-sektor prioritas.

“Ini aspirasi kita. Kita harus berjuang mencapai titik tersebut menggunakan sumber daya kita, sektor-sektor tadi, menggunakan enablers, modal manusia, hingga produktivitas,” ujar dia. (rdr/ant)