JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman darat, udara, serta operasi modifikasi cuaca untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan operasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menekan meluasnya dampak karhutla.
Keempat provinsi tersebut menjadi wilayah prioritas dalam penanganan karhutla karena aktivitas kebakaran masih terdeteksi di sejumlah daerah.
“Selain penanganan kejadian pada tingkat daerah, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah prioritas,” kata Berton di Jakarta, Senin.
Di Kalimantan Barat, operasi pemadaman udara didukung empat unit helikopter water bombing. Dalam sehari, helikopter tersebut melakukan 223 kali penjatuhan air dengan total 1.052.000 liter untuk menangani kebakaran yang melanda sekitar 13 hektare lahan.
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan yang berlangsung pada 22-27 Agustus telah melaksanakan tiga sorti penyemaian dengan membawa 3.000 kilogram bahan semai.
Operasi udara tersebut diperkuat pemadaman darat yang melibatkan 2.751 personel gabungan.
Menurut Berton, rangkaian operasi tersebut berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas 104,8 hektare di Kalimantan Barat.
“Upaya tersebut berhasil memadamkan api yang membakar 104,8 hektare lahan di sana,” katanya.
Di Kalimantan Tengah, pemantauan udara mendeteksi 25 titik api. Untuk menangani titik api tersebut, BNPB mengerahkan tiga unit helikopter water bombing.
Ketiga helikopter tersebut telah melakukan 159 kali penerbangan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api yang terdeteksi. Setiap unit helikopter dapat menjatuhkan sekitar empat ton air dalam sekali operasi.
“Sekitar 55,63 hektare lahan terbakar. Selain pemadaman udara juga telah dikerahkan 10.700 personel satgas darat di Kalteng,” ujar Berton.
Sementara itu, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan melibatkan dua unit helikopter water bombing dan 714 personel darat.
Operasi tersebut menangani kebakaran di 11 daerah dengan total luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 40,9 hektare. Hingga saat ini, helikopter water bombing telah melakukan 243 kali operasi dengan total air yang dijatuhkan mencapai 1.029.000 liter.
Di Jambi, pemantauan udara mendeteksi 14 titik api. Operasi water bombing secara akumulatif hingga 23 Agustus telah memadamkan kebakaran di lahan seluas 226,9 hektare.
Upaya tersebut masih dilanjutkan dengan operasi pemadaman dan pendinginan oleh tim darat untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Pemantauan titik panas dan koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan demi mengendalikan sebaran api serta meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat,” kata Berton. (rdr/ant)












