BERITA

BNPB Ungkap Korban Gempa Flores Bertambah jadi 100 Orang

×

BNPB Ungkap Korban Gempa Flores Bertambah jadi 100 Orang

Sebarkan artikel ini
Personel Personel Basarnas dan SAR Polri memeriksa kondisi bangunan yang rusak saat melakukan penyisiran di lokasi terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 100 orang.

Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Jakarta, Senin, mengatakan penambahan jumlah korban meninggal terjadi setelah sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akhirnya tidak tertolong.

“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan, bahwa yang meninggal seratus ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan,” kata Suharyanto.

Ia menjelaskan, pada hari pertama dan kedua pascagempa tercatat 48 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut kemudian bertambah seiring adanya korban luka berat yang meninggal saat menjalani perawatan.

Selain korban meninggal, bencana tersebut menyebabkan 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sebanyak 180.327 orang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Suharyanto menyayangkan kondisi darurat tersebut diperparah dengan beredarnya informasi bohong atau hoaks mengenai potensi tsunami susulan.

Informasi tersebut memicu kepanikan warga hingga sebagian memilih mendirikan titik pengungsian secara mandiri di lokasi yang jauh dari jangkauan petugas, termasuk di kawasan perbukitan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Agam Minggu Malam, Terasa hingga Padang-Padang Panjang

BNPB memastikan informasi mengenai potensi tsunami susulan tersebut tidak benar dan meminta masyarakat merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

“Ada beberapa langkah yang kami lakukan, yang pertama kami imbau kepada masyarakat yang mengungsi mandiri karena takut gempa susulan, ada isu tsunami susulan, semua itu tidak betul,” ujar Suharyanto.

Ia mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah terdampak.

“Selama delapan hari ini tidak pernah ada satupun gempa susulan yang melebihi gempa utama,” katanya.

Berdasarkan data BMKG yang disampaikan BNPB, tercatat 6.409 kali gempa hingga pukul 05.00 WIB pada hari kedelapan pascabencana.

Dari ribuan gempa tersebut, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Sebanyak 33 gempa memiliki magnitudo 5 atau lebih.

“Dan gempa susulan, ya tentu saja yang 33 kali itu pasti dirasakan masyarakat. Tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Suharyanto.

Baca Juga  Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Sebagian Kota Besar di Tanah Air

BNPB memproyeksikan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung hingga tiga sampai empat minggu ke depan, seiring proses lempeng bumi menuju kondisi yang lebih stabil. Meski demikian, tren aktivitas gempa susulan diperkirakan terus menurun.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik pengungsian mandiri yang berada jauh dari pusat layanan.

Menurut Suharyanto, distribusi bantuan dilakukan menggunakan kendaraan berukuran kecil hingga dengan berjalan kaki untuk menjangkau pengungsi yang berada di kawasan perbukitan.

“Apakah semuanya sudah ter-cover, apakah semuanya sudah dapat, apakah semuanya sudah cukup, kami jawab belum cukup,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi yang memilih bertahan di lokasi pengungsian mandiri.

“Seiring dengan berjalannya waktu, kami akan berusaha sekuat tenaga agar para pengungsi mandiri yang tetap bertahan di tempat-tempat yang jauh atau tidak mau merapat ke titik-titik pengungsian terpusat, tetap dilayani kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar manusia lainnya,” kata Suharyanto. (rdr/ant)